www.AlvinAdam.com
Kirim Berita NTT: Klik Disini | Konfirmasi Berita NTT: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Hingga Pukul 15.00, Nusa Tenggara Barat Gempa 133 Kali

Posted by On 11.28

Hingga Pukul 15.00, Nusa Tenggara Barat Gempa 133 Kali

Hingga Pukul 15.00, Nusa Tenggara Barat Gempa 133 Kali

Bencana gempa yang terjadi di. wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak Minggu (29/7/2018) pagi terus berulang.

Hingga Pukul 15.00, Nusa Tenggara Barat Gempa 133 KaliKondisi posko pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani yang roboh. (Foto: Instagram @Sutopo_PN)

BENCANA gempa yang terjadi di. wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak Minggu (29/7/2018) pagi terus berulang. Tercatat, ada sebanyak 133 kali gempa hingga pukul 15.00 WIB.

Kabar itu disampaikan oleh akun resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) lewat akun twitternya @infoBMKG pada pukul 15.2 2 WIB. Jumlah gempa tersebut menurun dibandingkan intensitas gempa yang terjadi pada pagi.

"Hingga pukul 15.00 WIB telah terjadi 133 kali gempa susulan," tulis admin BMKG lewat akun twitter @infoBMKG diakhiri tagar #gempa susulan #Lombok #PrayForLombok.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatalogi, dan Geofisika (BMKG) Pusat, Dwikorita Karnawati mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada. Sebab diketahui gempa susulan terus terjadi meskipun dengan intensitas dan magnitude yang kecil.

Seperti diketahui, gempa bumi tektonik mengguncang Lombok, Bali dan Sumbawa Minggu (29/7) dengan kekuatan 6,4 SR. Gempa yang terjadi sekitar pukul 05.47 WIB tersebut terletak pada koordinat 8,4 LS dan 116,5 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 47 km arah timur laut Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 24 km.

"Hingga saat ini telah terjadi 133 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar 5,7 SR. Karenanya kami meminta masyarakat untuk tetap waspada namun tetap tenang dan jangan panik," ungkap Dwikorita lewat siaran tertulis pada Minggu (29/7/2018) pukul 15.00 WIB.

Dwikorita juga meminta masyarakat untuk tidak mempercayai berita hoax yang menyebar pasca gempa. Hingga saat ini, kata dia, BMKG terus memantau perkembangan gempa dari Pusat Gempa Nasional (PGN) Jakarta.

"Guna mengantisipasi munculnya informasi simpang siur dan hoax, BMKG melalui akun Twitter @infoBMKG akan terus menginformasikan perkembangan gempa," tuturnya.

Lebih lanjut, Dwikorita menerangkan hasil analisis BMKG bahwa gempa bumi yang terjadi di Lombok merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Gempa bumi dipicu deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Guncangan gempabumi ini dilaporkan telah dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat dan Sumbawa Besar pada sk ala intensitas II SIG-BMKG (IV MMI), Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja dan Gianyar II SIG-BMKG (III-IV MMI). Sementara di Bima dan Tuban II SIG-BMKG (III MMI), Singaraja pada skala II SIG-BMKG atau III MMI dan Mataram pada skala II SIG-BMKG atau III MMI.

Sehubungan dengan masih adanya gempa-gempa susulan, masyarakat diimbau supaya tidak menempati bangunan-bangunan yang kondisinya sudah rusak akibat gempa utama.

"Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," imbuh Dwikorita. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki Editor: Andy Pribadi Sumber: Warta Kota Ikuti kami di Putrinya Lolos Taruni Akpol, Sopir Bus Ini Sengaja Dirazia Kapolres Boyolali Sumber: Berita Nusa Tenggara Timur

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »