www.AlvinAdam.com

Berita 24 Nusa Tenggara Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

TKI asal NTT jadi korban dominan di Malaysia

Posted by On 00.42

TKI asal NTT jadi korban dominan di Malaysia

Sejumlah TKI di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Minggu (27/5/2018). Dalam 5 bulan, sudah 34 TKI asal NTT meninggal di Malaysia.
Sejumlah TKI di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Minggu (27/5/2018). Dalam 5 bulan, sudah 34 TKI asal NTT meninggal di Malaysia. | Reza Novriandi / Antara Foto

Kemalangan nasib Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Malaysia tak kunjung reda. Tahun ini, baru 5 bulan berjalan, sudah ada 34 TKI yang meninggal di Malaysia.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala BP3TKI Kupang Siwa, data TKI yang meninggal dari Januari hingga akhir Bula n Mei 2018 ada 35 orang. "Dari TKI yang meninggal itu, 34 meninggal di Malaysia dan satu meninggal di Afrika Selatan," ungkap Siwa kepada Kompas.com, Minggu (3/6/2018).

Siwa memperinci, para TKI yang meninggal itu paling banyak berasal dari Kabupaten Malaka (9 orang), kemudian Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) (6 orang), Flores Timur (5 orang), Ende (4 orang). Selanjutnya, Kabupaten Kupang, Manggarai Timur, Belu dan Sumba Barat, masing-masing 2 orang. Sedangkan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Sikka dan Kota Kupang, masing-masing 1 orang.

Paling banyak penyebab kematian itu karena sakit, ada 22 orang, dan 2 orang tenggelam, "Satu orang dibunuh, satu orang kecelakaan kerja, satu orang disiksa, satu orang digigit ular, dan tujuh orang tidak diketahui penyebabnya," kata Siwa.

Kasus terbaru TKI asal NTT yang meninggal di Malaysia, yakni Nico Robertus dan Herman Flan. Nico Robertus, warga Kabupaten Sikka meninggal pada (22/5/2018) di Sabah, Ma laysia karena sakit stroke. Sedangkan, Herman Flan, TKI asal Kabupaten Ende, meninggal pada 27 Mei 2018, dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Tanjung Karang Selangor Malaysia akibat sesak napas.

Malaysia selama ini menjadi negara paling bahaya bagi TKI. Menurut data BNP2TKI, selama tahun 2017, ada 67 TKI yang meninggal di Malaysia.

Infografik jumlah aduan TKI dan korban tewas di Malaysia.
Infografik jumlah aduan TKI dan korban tewas di Malaysia. | Lokadata /Beritagar.id

Sekretaris Utama Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Hermono mengatakan, dari data statistik BNP2TKI, masalah utama dari TKI asal NTT adalah mereka berangkat tanpa dilengkapi dokumen resmi.

Hermono memapa rkan, ada sekitar 2,7 juta sampai dengan 3 juta TKI yang bekerja di Malaysia. Lebih dari 50 persen tidak memiliki dokumen resmi. "Sebanyak 92 persen permasalahan TKI di Malaysia berhubungan dengan TKI ilegal ini," jelasnya.

Pada rentang Januari-Maret 2018, ada 18 orang TKI asal NTT yang meninggal. "Semuanya undocumented atau ilegal," kata Hermono awal April.

Pada tahun 2016, 46 orang meninggal, hanya 4 orang yang legal. Sedangkan tahun 2017, ada 62 TKI asal NTT yang meninggal dan hanya 1 orang yang legal.

Salah satu TKI malang yang tewas di Malaysia adalah Adelina Sau. Dia meninggal akibat siksaan sang majikan di Penang, Malaysia, pada Minggu (10/2/2018). Adelina berangkat dengan dokumen yang dipalsukan. Polisi setidaknya menangkap 3 orang perekrut Adelina.

Menurut Wahyu Susilo dari LSM Migrant Care, Adelina adalah korban tindak pidana perdagangan orang. Pertengahan Maret lalu, Polda NTT mengungkap 2 orang anggota komplotan perdagangan m anusia di Kupang.

Sumber: Google News | Berita 24 NTT

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »