www.AlvinAdam.com

Berita 24 Nusa Tenggara Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kenaikan Indeks Harga Sebabkan Inflasi di NTT

Posted by On 18.00

Kenaikan Indeks Harga Sebabkan Inflasi di NTT

Kenaikan Indeks Harga Sebabkan Inflasi di NTT

Inflasi 0,68 persen banyak dipengaruhi oleh kelompok pengeluaran bahan makanan dengan inflasi 1,60 persen dengan andil sebesar 0,38 persen untuk

Kenaikan Indeks Harga Sebabkan Inflasi di NTTpos kupang.com,ricko wawoKepala Badan Pusat Statistik Propinsi NTT, Maritje Pattiwae IIapia menjelaskan hal ini dalam jumpa pers di Kantor BPS Propinsi NTT, Jalan Suprapto No 5, Kota Kupang

Laporan reporter POS-KUPANG.COM. RICKO W

POS-KUPANG.COM.KUPANG-Pada bulan Mei 2018 Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami inflasi sebesar 0,68. Sedangkan inflasi tahun kalender 2018 sebesar 0,98 persen dan inflasi dari tahun ke tahun (Mei 2018 terhadap Mei 2017 ) sebesar 2,67 persen. Inflasi Mei 2018 di NTT terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada seluruh kelompok pengeluaran selain kelompok pendidikan.

Kepala Badan Pusat Statistik Propinsi NTT, Maritje Pattiwae IIapia menjelaskan hal ini dalam jumpa pers di Kantor BPS Propinsi NTT, Jalan Suprapto No 5, Kota Kupang, Senin, (4/6/2018).

Didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Propinsi NTT Naek Tigor Sinaga dan Kepala Bidang Statistik Distribusi Demarce Sabuna, Maritje menjelaskan Kota Kupang mengalami inflasi 0,76 persen dengan inflasi tahun kalender 2018 sebesar 1,02 persen dan inflasi tahun ke tahun 2,75 persen. Kota maumere mengalamai inflasi 0,06 persen dengan inflasi tahun kalender 2018 sebesar 0,72 persen dan inflasi tahun ke tahun 2,09 persen.

"Inflasi 0,68 persen banyak dipengaruhi oleh kelompok pengeluaran bahan makanan dengan inflasi 1,60 persen dengan andil sebesar 0,38 persen untuk Propinsi NTT. Sedangkan Kota Kupang sebesar 1,87 persen denga n andil 0,46 persen. Sebaliknya di Maumere, untuk kelompok bahan makanan ini mengalami deflasi 0,45 persen dengan andil 0,14 persen," papar Maritje.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Propinsi NTT, Naek Tigor Sinaga menyebutkan inflasi yang relatif lebih tinggi di NTT disebabkan oleh dua kelompok pengeluaran yakni kelompok ikan dan angkutan udara.

"Ikan kembung dan tembang memberikan kontribusi 0,11 persen ditambah 0,04 persen menjadi 0,15 persen. Angkutan udara memberikan dampak 0,18 persen. Jika dua kelompok ini dijumlahkan yakni ikan dan angkutan udara 0,15 persen ditambah 0,18 dijumlahkan menjadi 0,33 persen. Hampir setengah dari 0, 68 persen," papar Tagor.

Ia menandaskan fenomena ini tidak tercatat di tahun sebelumnya karena dampak dari angin timur pada tahun ini cukup kuat dan bulan purnama. Dengan ini, katanya, harga ikan otomatis akan naik. Sedangkan, kenaikan tarif angkutan udara juga berbeda dengan tahun sebelumnya sebab jad wal Lebaran tahun 2018 dan 2017 berbeda.

"Tahun 2018 bulan puasa jatuh di bulan Mei yang juga tahun ini bertepatan dengan kelulusan dan libur sekolah. Di awal Lebaran seperti ini tarif angkutan udara juga meningkat," jelasnya.
Ternyata, katanya, di wilayah Indonesia bagian timur penyebab tingginya inflasi juga sering disebabkan oleh angkutan udara.

"Kami anjurkan kepada pemerintah daerah agar bekerja sama dengan maskapai untuk memberikan subsidi agar bisa menekan batas atas tarif angkutan udara," ujarnya. (*)

Baca: Masyarakat Kota Kupang Keluhkan Air Keruh, Ini Jawaban Pjs Dirut PDAM

Editor: Ferry Ndoen Sumber: Pos Kupang Ikuti kami di Tabrak Kapolsek untuk Menghindari Razia, Begini Nas ib Pengendara Motor di Palembang Sumber: Google News | Berita 24 NTT

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »