www.AlvinAdam.com

Berita 24 Nusa Tenggara Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Waspada! Modus Baru Perdagangan Manusia di NTT Berkedok ...

Posted by On 21.53

Waspada! Modus Baru Perdagangan Manusia di NTT Berkedok ...

Waspada! Modus Baru Perdagangan Manusia di NTT Berkedok Panti Asuhan

Modus baru perdagangan manusia lainnya yakni para korban sengaja dimasukan ke panti asuhan.

Waspada! Modus Baru Perdagangan Manusia di NTT Berkedok Panti AsuhanKompas.com/Sigiranus Marutho BereRatusan warga Kota Kupang, NTT menggelar aksi bisu memprotes tingginya kasus perdagangan manusia di NTT.

TRIBUNJABAR.ID - Kejahatan perdagangan manusia, atau human trafficking, di Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah mendapat atensi langsung dari Presiden Joko Widodo.

Setelah banyak pelaku human trafficking ditangkap, para pelaku yang berhasil lolos kemudian mencari alternatif lain guna memu luskan aksi mereka.
Namun, polisi pun tanggap dan berhasil mengungkap modus baru perdagangan manusia.

Dilansir dari Kompas.com, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTT Kombes Yudi Sinlaeloe mengatakan, modus baru pengiriman calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal dari luar NTT menuju Malaysia dilakukan secara bergiliran.

"Kalau dulu dikirim secara bergerombol melalui bandara, sehingga berhasil digagalkan. Modus sekarang, mereka dikirim satu-satu sebagai TKI sehingga tidak kelihatan," kata Yudi kepada sejumlah wartawan belum lama ini.

Semua TKI, lanjut Yudi, kemudian diberangkatkan dari Kupang menuju Surabaya, Jakarta, Tangerang, serta Medan. Mereka kemudian dikumpulkan di tempat penampungan, dan disiapkan dokumen untuk diberangkatkan ke luar negeri.
Sebagian besar paspor para TKI itu dibuat di Blitar, Siak, Pekanbaru, dan Batam, dengan semua identitas dipalsukan.

"Modus baru ini mulai terungkap pada tahun 2016, saat kita menco ba untuk melakukan penyelidikan lebih jauh dari tahun sebelumnya," ungkap Yudi.

Baca: Lagi Susah Bahagia? Ini 5 Cara Alami Tingkatkan Hormon Serotonin Untuk Jadi Lebih Bahagia! Ikuti Yuk

Yudi mengungkapkan, saat itu pihaknya tengah menggeledah kantor Imigrasi Kupang. Rupanya selama ini, pihak imigrasi tidak pernah melakukan verifikasi data para calon TKI yang ternyata palsu.

"Selama ini, pengurusan di imigrasi itu, yang penting datanya ada. Contohnya KTP yang dibawa ke sana, petugas imigrasi tidak pernah mengecek lagi ke dinas kependudukan soal KTP tersebut. Padahal KTP yang diserahkan itu palsu," ungkapnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Timor Tengah Selatan (TTS) Iptu Jamari mengatakan, modus baru perdagangan manusia lainnya yakni para korban sengaja dimasukan ke panti asuhan.

"Jaringan ini merekrut anak-anak usia sekolah, dengan membujuk orangtua para korban, bahwa anak mereka akan dimasukan ke panti asuh an," ucap Jamari, Minggu (20/5/2018), usai melakukan penangkapan terhadap pelaku berinisial H di Kecamatan Batu Putih, TTS.

Jamari mengatakan, H mengaku dirinya sedang mencari anak-anak untuk disekolahkan di Makasar dan dapat tinggal di panti asuhan milik kakaknya.

Namun setelah dibawa, anak-anak tersebut akan diselundupkan ke Malaysia sebagai TKI.

"Saat ini, penyidik sementara mengembangkan kasusnya dan menanyakan ke pelaku, berapa jumlah anak-anak asal TTS yang sudah dikirim ke Malaysia, melalui Makasar," ucap dia.

Baca: Perdagangan Manusia di NTT, Mulai dari Kades Terlibat hingga Atensi Langsung dari Presiden

Editor: Seli Andina Miranti Sumber: Kompas Ikuti kami di Siswa SD Buat Siswi S MP di Tulungagung Mengandung hingga Usia 6 Bulan, Begini Keputusan Keluarga Sumber: Google News | Berita 24 NTT

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »