www.AlvinAdam.com

Berita 24 Nusa Tenggara Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Pasca Bom di Surabaya, Pariwisata NTT Tetap Nyaman dan Aman ...

Posted by On 19.19

Pasca Bom di Surabaya, Pariwisata NTT Tetap Nyaman dan Aman ...

Taman Nasional Komodo di Pulau Rinca, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.KOMPAS.com/SILVITA AGMASARI Taman Nasional Komodo di Pulau Rinca, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

KUPANG, KOMPAS.com - Meski terjadi bom di Surabaya, Jawa Timur, namun tidak memengaruhi kunjungan wisatawan ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Dinas Pariwisata NTT Marius Ardu Jelamu mengatakan, ekosistem pariwisata di seluruh Indonesia khususnya di NTT tetap berjalan dengan baik dan aman.

"NTT aman untuk dikunjungi dan silahkan datang ke NTT, karena kita tetap aman dan nyaman dan terus me mbina toleransi diantara kita," ucap Marius di ruang kerjanya Senin (14/5/2018).

Baca juga: Berapa Kisaran Harga Liburan ke TN Komodo?

Marius berharap, kejadian bom yang berlangsung di Surabaya hanya sesaat saja. Namun kata Marius, semua warga NTT juga harus tetap waspada khususnya tempat wisata di NTT.

Wisatawan di Kampung adat Mbaru Gendang Ruteng Puu, Kecamatan Langke Ruteng, Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur salah satu kampung tertua di wilayah Flores Barat. KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Wisatawan di Kampung adat Mbaru Gendang Ruteng Puu, Kecamatan Langke Ruteng, Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur salah satu kampung tertua di wilayah Flores Barat. Menurut Marius, para wisatawan yang berkunjung ke NTT tak perlu khawatir, karena pihaknya tentu berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menjaga kenyamanan wisatawan di NTT.

Marius menyebut, sejumlah negara telah mengeluarkan travel advice seperti Inggris, Amerika Serikat, China, Hongkong, Singapura dan Irlandia terkait potensi teror di Indonesia.

Tetapi, menurut Marius, itu bukan travel warning, namun hanya peringatan bagi warga negara mereka.

Baca juga: Menpar Sebut Travel Advice terkait Ledakan Bom Surabaya Masih Wajar

Indonesia pun, lanjut Marius, pernah mengeluarkan travel advice, saat terjadi teror bom di Perancis pada tahun 2015 dan itu tentu menjadi hal yang lumrah.

"Khusus di NTT, kami juga tetap berkoordinasi dengan Forkopimda baik itu Polda dan Korem serta BIN, untuk memastikan keamanan para wisatawan kita yang berkunjung ke NTT. Dan itu tidak ada hal yang mengkhawatirkan secara berlebihan dan semuanya itu berjalan sesuai dengan jalurnya," katanya.

Desa    Adat Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Untuk mencapai desa itu tidak mudah, wisatawan harus mendaki sejauh 7 km selama kurang lebih 4 jam.ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA Desa Adat Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Untuk mencapai desa itu tidak mudah, wisatawan harus mendaki sejauh 7 km selama kurang lebih 4 jam.Dia memaparkan, kedatangan wisman ke Indonesia dan khususnya di NTT tentu menjadi bagian dari upaya menciptakan dunia yang damai, karena adanya pertemuan antara orang dari berbagai etnis, suku, kebudayaan dan negara, sehingga saling berbaur, bekerja sama, mengagumi budaya dan keindahan alam.

"Pariwisata menjadi media untuk mempersatukan warga dunia. Saling berkunjung, tentu orang akan saling mengenal satu sama lain," katanya.

Marius pun berharap, penjagaan oleh aparat keamaman di sejumlah destinasi wisata di NTT agar dilakukan secara tertutup, sehingga tidak mengganggu kenyamanan wisatawan saat berkunjung.


Berita Terkait

Peristiwa Bom Surabaya, Inggris, AS, dan Australia Rilis "Travel Advice"

Detail "Travel Advice" Australia Terkait Terorisme di Indonesia

Menpar Berharap Travel Advice Tak Berdampak untuk Pariwisata Indonesia

Terkini Lainnya

Dukung Kendal Jadi Destinasi Wisata, Ini yang Dilakukan Polisi

Dukung Kendal Jadi Destinasi Wisata, Ini yang Dilakukan Pol isi

News 17/05/2018, 07:51 WIB Menyaksikan Keramaian Pantai di Lhokseumawe Sehari Jelang Ramadhan

Menyaksikan Keramaian Pantai di Lhokseumawe Sehari Jelang Ramadhan

Travel Story 17/05/2018, 06:45 WIB Jangan Terlewat, Ini Promo Mudik Lebaran 2018 untuk KA dan Pesawat

Jangan Terlewat, Ini Promo Mudik Lebaran 2018 untuk KA dan Pesawat

News 17/05/2018, 05:55 WIB Selain Hipotermia, Ini Penyakit Lain yang Mengintai Pendaki Gunung

Selain Hipotermia, Ini Penyakit Lain yang Mengintai Pendaki Gunung

News 16/05/2018, 22:21 WIB 28 Tahun Pembangunan Patung GWK di Bali

28 Tahun Pembangunan Patung GWK di Bali

News 16/05/2018, 21:20 WIB GWK Akan Jadi Destinasi Para Delegasi di IMF World Bank 2018

GWK Akan Jadi Destinasi Para Delegasi di IMF World Bank 2018

News 16/05/2018, 20:29 WIB Imbas Bom Surabaya, Sudah 13 Negara Keluarkan 'Travel Advice'

Imbas Bom Surabaya, Sudah 13 Negara Keluarkan "Travel Advice"

News 16/05/2018, 19:24 WIB Jangan Gegabah, Kenali Gejala Hipotermia Sebelum Mendaki Gunung

Jangan Gegabah, Kenali Gejala Hipotermia Sebelum Mendaki Gunung

News 16/05/2018, 18:34 WIB Kisah Perintis Kuliner 'Waroeng Spesial Sambal' dari Yogyakarta

Kisah Perintis Kuliner "Waroeng Spesial Sambal" dari Yogyakarta

Food Story 16/05/2018, 17:22 WIB 20 Mei, Mahkota Patung Wisnu Akan Dipasang di GWK

20 Mei, Mahkota Patung Wisnu Akan Dipasang di GWK

News 16/05/2018, 16:29 WIB Catat, Aneka Promo Tiket Mudik Lebaran 2018 di OTA

Catat, Aneka Promo Tiket Mudik Lebaran 2018 di OTA

News 16/05/2018, 15:27 WIB Berjualan 38 Tahun, Batagor Darto di Bandung Konsisten Menjaga Rasa

Berjualan 38 Tahun, Batagor Darto di Bandung Konsisten Menjaga Rasa

Food Story 16/05/2018, 13:10 WIB 5 Destinasi Wisata Populer dengan Kualitas Udara yang Buruk

5 Destinasi Wisata Populer dengan Kualitas Udara yang Buruk

Travel Story 16/05/2018, 12:15 WIB 7 Trik Mendapatkan Penginapan    Gratis

7 Trik Mendapatkan Penginapan Gratis

Travel Tips 16/05/2018, 11:00 WIB Di Banyuwangi, Sekarang Bisa Liburan sambil Menginap di Mobil

Di Banyuwangi, Sekarang Bisa Liburan sambil Menginap di Mobil

News 16/05/2018, 10:10 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 NTT

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »