www.AlvinAdam.com

Berita 24 Nusa Tenggara Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Masyarakat NTT Tolak Penempatan Napiter

Posted by On 11.29

Masyarakat NTT Tolak Penempatan Napiter

  • Babel
  • Bengkulu
  • Jabar
  • Jateng
  • Jatim
  • Joglo
  • Kalbar
  • Lampung
  • Papua
  • Sumbar
  • Sumsel
  • Sumut
  • RMTV
  • KBP
News Tickers
  • Istri Najib Tuding Polisi Sengaja Gali Keburukan Keluarganya, 20 MEI 2018 , 05:52:00
  • Ruang Teroris Makin Sempit Jika Rakyat Peka Lingkungan, 20 MEI 2018 , 05:42:00
  • Pengacara Rusdianto Merasa Dibatasi Saat Bertanya Ke Menteri Susi, 20 MEI 2018 , 05:28:00
  • MPR: Ada Ideologi Yang Dompleng Islam Untuk Lakukan Kekerasan, 20 MEI 2018 , 04:57:00
  • Fadli Zon: Lagu <i>#2019GantiPresiden</i> Mirip Wind Of Change, 20 MEI 2018 , 04:49:00
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Ha   nura Masyarakat NTT Tolak Penempatan Napiter

MINGGU, 20 MEI 2018 , 06:42:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Masyarakat NTT Tolak Penempatan Napiter

Foto: Net

RMOL. Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) menolak bila tanah mereka dijadikan bunker dan tempat perburuan teroris oleh aparat. Berita Terkait Gimana Mau Lawan Teroris, Sound Diskusi Saja Tak Berfungsi Cuitan Ahmad Dhani Soal ‘Ternak Teroris’ Menyedihkan KBPP Polri Minta Sistem Penanganan Napi Terorisme Dievaluasi
Hal itu dikarenakan, ada sejumlah napi teroris (napiter) yang dititipkan di berbagai Lembaga Pemasyarakatan (LP) maupun Rumah Tahanan (Rutan) di NTT.
"NTT tidak boleh dijadikan bunker bagi para teroris dalam pengejaran aparat. Masyarakat akan bergolak jika itu dilakukan," tegas koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus dalam keterangannya, Minggu (21/5).
Petrus menekankan Gubernur NTT Frans Lebu Raya, kakanwil Pemasyarakatan Kementerian Hukum & HAM RI dan pimpinan Polda NTT perlu mendata ulang dengan cermat semua aktivitas mantan pengurus dan anggota Hizbur Tahrir Indonesia (HTI) di NTT, lalu segera mengembalikan ke daerah asalnya masing-masing.
"Pendataan itu sangat penting. Dikhawatirkan terjadi koneksi antara napiter di sejumlah lapas di NTT dengan para mantan anggota dan pengurus HTI di NTT," jelas advokat senior Peradi yang merupakan putra asli NTT ini .
Menurut Petrus, basis penyebaran dan penguatan sel-sel jaringan teroris di NTT diduga bisa dilakukan melalui tiga komponen relasi yaitu melalui oknum para mantan anggota atau pengurus HTI, partai pol itik yang aktif mendukung HTI dan napiter titipan melalui kunjungan keluarga pada waktu berkunjung para napi di Lapas dan atau rutan di NTT.
Dalam kondisi seperti ini, kata dia, diperlukan gerakan bersama untuk memotong mata rantai hubungan napiter dengan para mantan anggota dan pengurus HTI.
"Juga perlu memotong hubungan maupun aktivitas parpol pendukung HTI di NTT," ujarnya.
Langkah ini perlu dilakukan karena tidak tertutup kemungkinan aksi-aksi bom bunuh diri yang akhir-akhir muncul kembali, dikhawatirkan menyasar juga ke gereja-gereja di NTT.
"NTT bisa semacam daerah uji coba mereka, karena Jakarta, Surabaya dan kota-kota besar lainnya sudah dikuasasi oleh personil Polri dan TNI. Ruang gerak mereka sudah sempit di kota-kota itu," ujar Petrus.
Petrus mengingatkan, jangan sampai NTT dijadikan daerah alternatif sebagai pilihan bersembunyi atau bunker, dan kemudian melakukan aksi teror untuk menunjukkan eksistensi mereka.
"NTT bisa me njadi salah satu target gerakan teroris, karena di sana banyak gereja yang tidak dijaga secara ketat, seperti halnya gereja-gereja di kota-kota besar lainnya di Indonesia," paparnya.
Petrus menyatakan, keberadaan napiter di sejumlah lapas dan rutan di NTT yang baru diungkap oleh Gubernur Frans di beberapa media masa di Kupang pada Selasa (15/5) lalu, sungguh membuat kaget semua masyarakat di NTT.
"Kami semua kaget. Karena kebijakan penempatan napiter di NTT justru mendekatkan para teroris dengan obyek-obyek yang selama ini menjadi target teroris yaitu gereja dan kantor polisi yang pengamanannya longgar,” ujarnya.
Petrus menegaskan, kebijakan itu sangat keliru karena akan mengancam kerukunan hidup umat beragama yang berdampingan secara damai di NTT.
"Belum lagi, kemampuan personil Polri di NTT masih jauh dari memadai. Ingat, yang dihadapi adalah teroris terlatih, bukan dengan penjahat kampung," ujarnya.
Jadi, kata dia, permintaan Gubernur Kep ala BIN, Polri dan Petugas di Lembaga Pemasyarakatan (LP) dan Rumah Tahanan di NTT yang terdapat titipan napiter agar dipantau dan diawasi secara ketat, tidak tepat.
Bagi Petrus, permintaan itu tidak sesuai dengan potensi arus masuknya jaringan teroris ke NTT yang hendak menyamarkan aktivitas mereka.
Asal tahu saja, lanjut dia, masyarakat di sejumlah tempat seperti di Jawa Tengah, Jawa Timur dan lain-lainnya menolak jenazah teroris untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum di daerahnya.
"Itu harus dimaknai bahwa masyarakat telah memahami bahwa teroris sebagai musuh bersama," ujar Petrus. [wid]

Berita Lainnya Selengkapnya PDIP: 58 Persen Masyarakat Indonesia Terancam Kehilangan Pekerjaan

PDIP: 58 Persen Masyarakat Indonesia Teranc..

SENIN, 21 MEI 2018

RUU Terorisme Belum Selesai, Bamsoet: DPR Jadi Kambing Hitam

RUU Terorisme Belum Selesai, Bamsoet: DPR J..

MINGGU, 20 MEI 2018

Tokoh Reformasi Gagap Membangun Sistem, Cuma Sebatas Menjatuhkan Rezim

Tokoh Reformasi Gagap Membangun Sistem, Cum..

MINGGU, 20 MEI 2018

Sri Bintang: Presiden Kita Gombal Semua, Termasuk Jokowi

Sri Bintang: Presiden Kita Gombal Semua, Te..

MINGGU, 20 MEI 2018

Kecewa Impor, Petambak Garam Demak Dukung Rizal Ramli Jadi Presiden

Kecewa Impor, Petambak Garam Demak Dukung R..

MINGGU, 20 MEI 2018

Lagu #2019GantiPresiden Bukan Lagu Asal Jadi

Lagu #2019GantiPresiden Bukan Lagu Asal Jad..

MINGGU, 20 MEI 2018

VIDEO POPULERRocky Gerung - Pembangunan (Bag.5)

Rocky Gerung - Pembangunan (Bag.5)

, 17 MEI 2018 , 20:00:00

Rocky Gerung - Kelincahan Berfikir (Bag.4)

Rocky Gerung - Kelincahan Berfikir (Bag.4)

, 17 MEI 2018 , 19:00:00

FOTO POPULERPrabowo Datangi Parlemen

Prabowo Datangi Parlemen

, 16 MEI 2018 , 17:38:00

Maradona Dampingi Maduro

Maradona Dampingi Maduro

, 18 MEI 2018 , 02:14:00

Terima Alumni 212

Terima Alumni 212

, 16 MEI 2018 , 18:06:00

Jamu Jago Ambassador Talks Jaya Suprana Show RMOL Architecture Design Berita PopulerBerita TerkiniKaget Dengan Kaus Buatan PDIP, Lieus: Kasihan Pak Jokowi

Kaget Dengan Kaus Buatan PDIP, Lieus: Kasihan Pak Jokowi

18 Mei 2018 00:08

Bambang Soesatyo: Tunjukkan Kepada Saya, Presiden Mana Yang Tak Pernah Undang Parpol Ke Istana

Bambang Soesatyo: Tunjukkan Kepada Saya, Presiden Mana Yang Tak Pernah Undang Parpol Ke Istana

13 Mei 2018 08:00

Aneh, Keamanan Negara Terancam, Presiden Malah Terus Beropini

Aneh, Keamanan Negara Terancam, Presiden Malah Terus Beropini

16 Mei 2018 13:57

Inilah Tiga Kelompok Yang Berupaya Menjatuhkan Jokowi

Inilah Tiga Kelompok Yang Berupaya Menjatuhkan Jokowi

13 Mei 2018 00:33

Angeline: Papa Saya Tak Bersalah

Angeline: Papa Saya Tak Bersalah

14 Mei 2018 10:48

20 Tahun Reformasi, Ekonomi Masih Jadi Masalah Utama

20 Tahun Reformasi, Ekonomi Masih Jadi Masalah Utama

20 Mei 2018 14:48

Karawang Dan Bekasi Menyusul Adopsi Smart City Tangerang

Karawang Dan Bekasi Menyusul Adopsi Smart City Tangerang

20 Mei 2018 14:45

Kapolres OKU: Tolong Ortu, Tanamkan Syariat Agama Benar Sejak Dini

Kapolres OKU: Tolong Ortu, Tanamkan Sya riat Agama Benar Sejak Dini

20 Mei 2018 14:33

PT Fortum Diwanti-wanti Serius Realisasikan ITF Sunter

PT Fortum Diwanti-wanti Serius Realisasikan ITF Sunter

20 Mei 2018 13:47

Anggawira: 20 Tahun Reformasi Saatnya Transformasi

Anggawira: 20 Tahun Reformasi Saatnya Transformasi

20 Mei 2018 13:36

Trending Tag
# AMBASSADORTALKS
# IDAMAN
# JOKOWI
# KALTIM
# MALAYSIA
# MUI
# PILPRES
Book Fayakhun e-Paper RMOL Sabar Gorky Malam Budaya Media Kit RMOL Sumber: Google News | Berita 24 NTT

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »