www.AlvinAdam.com

Berita 24 Nusa Tenggara Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kementan: Brasil Mau Bangun Peternakan Sapi di NTT

Posted by On 15.20

Kementan: Brasil Mau Bangun Peternakan Sapi di NTT

Peternakan sapi atau feedlot

Peternakan sapi atau feedlot. (Foto: Arifin Asydhad/kumparan)
Kementerian Pertanian mendorong investasi asing maupun swasta untuk membangun peternakan sapi di dalam negeri. Tujuannya tidak lain agar Indonesia bisa swasembada daging sapi.Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita mengungkapkan, salah satu investor asal Brasil berencana untuk membangun peternakan sapi dengan kapasitas besar di Nusa Tenggara Timur (NTT). Investor tersebut juga tidak menutup kemungkinan untuk membangun fasilitas penggemukan sapi.

Baca Juga :

  • Perusahaan Yordania Tertarik Investasi Pabrik Gula dan Peternakan Sapi
  • Kementan Klaim Stok Daging Surplus 7.034 Ton saat Ramadha n
  • Pedagang Sebut Daging Kerbau Impor Kurang Diminati Masyarakat
"Terkait dengan investasi Brasil ke Indonesia terkait breeding farm, sudah ada informasi masuk ke NTT. Tapi untuk fase kesepakatan ini belum ada langkah kongkrit yang kita lakukan mungkin Brasil masih nunggu langkah kita," ujar Ketut saat ditemui di Kantor Kementan, Ragunan, Jakarta, Selasa (8/5).Sayangnya Ketut belum berani mengungkapkan berapa investasi dan kapan investor asal Brasil tersebut mau membangun peternakan sapi di NTT. Semuanya masih dalam tahap negosiasi. "Kita juga menyarankan pemerintah Brasil mendatangkan investor ke Indonesia termasuk perbaikan genetik sapi di Indonesia karena Brasil memang peningkatan populasi sangat pesat dan nyata. Bagaimana kita di Indonesia supaya loncatan ini bisa kita raih secepatnya karena cita-cita kita di Indonesia menjadi lumbung pangan dunia," tuturnya.

Peternakan sapi atau feedlot

Peternakan sapi atau feedlot. (Foto: Arifin Asydhad/kumparan)
Investasi peternakan sapi di Indonesia memang tengah dilirik para investor asing. Salah satu alasannya adalah tingginya permintaan daging sapi di dalam negeri.Data Kementan menyebut, kebutuhan daging nasional di 2018 defisit 109.818,23 ton. Rinciannya adalah produksi mencapai 572.596,17 ton sedangkan konsumsinya 682.414,40 ton. Defisit neraca daging ditutupi dengan impor dalam bentuk daging beku dan sapi bakalan.Sebelumnya, sudah ada perusahaan asal Yordania, PT GDTC Majestic Agro Industri, yang menyatakan minatnya berinvestasi peternakan sapi potong di Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT. Nantinya peternakan sapi milik PT GDTC Majestic Agro Industri akan terintegrasi dengan kebun dan pabrik tebu."Nantinya akan ada 20.000 hektare luas area lahan yang akan dimanfaatkan sebagai pembangunan 2 pabrik g ula dan peternakan sapi potong,” kata Komisaris PT GDTC Majestic Agro Industri, Habe, saat ditemui di Gedung BKPM beberapa hari lalu.Habe menambahkan, daerah NTT dianggap cocok untuk investasi peternakan sapi karena kondisi wilayah dan cuaca yang sangat mendukung.“Cuaca menunjang, tanah juga cocok. Persoalan air tidak menjadi kendala karena ada banyak air tanah yang masih tersedia,” tutupnya.Sumber: Google News | Berita 24 NTT

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »