www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

PDIP NTT Dilanda Perpecahan Setelah Cagubnya Ditangkap KPK

Posted by On 20.25

PDIP NTT Dilanda Perpecahan Setelah Cagubnya Ditangkap KPK

PDIP NTT Dilanda Perpecahan Setelah Cagubnya Ditangkap KPK

Konflik sudah terjadi di PDIP ketika kader PDIP justru tidak dicalonkan oleh partainya sendiri sebagai cagub dan malah memilih Marianus Sae.

PDIP NTT Dilanda Perpecahan Setelah Cagubnya Ditangkap KPKWarta KotaCalon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Beny K Harman (batik) bertemu sesepuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Sikka, EP da Gomez di Kota Maumere, Flores, NTT pada Kamis (5/4/2018).

WARTA KOTA, PALMERAH -- Cagub NTT Kena OTT, Kader PDIP NTT Pecah

Palmerah, Warta Kota
Gugurnya Marianus Sae dalam Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh penyidik Komis i Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu mempengaruhi peta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Kader PDIP yang semula mendukung Marianus kini berpihak terpecah kepada kandidat Calon Gubernur NTT lainnya.

Terpecahnya dukungan PDIP tersebut diungkapkan Juru Bicara Masyarakat Flores Bersatu (MFB), Yulius Sebastian senyatanya karena tingkat kepercayaan masyarakat terhadap mantan Bupati Ngada itu semakin menurun. Terlebih kasus pidana korupsi terbukti langsung dengan OTT yang dilakukan penyidik KPK.

"Perubahan peta dukungan di Pilgub NTT akibat ancaman hukuman 20 tahun penjara yang dihadapi Marianus Sae setelah menjadi tersangka Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi," ungkapnya dalam siaran tertulis pada Kamis (5/4/2018) malam.

Terkait hal tersebut, sejumlah kader PDIP di Timor dan Flores diungkapkannya kini mendeklarasikan diri menyatakan dukungan kepada Calon Gubernur NTT Benny K Harman dan Victor Joss. Bahkan, Sek retaris Tim Pemenangan Calon Gubernur NTT Viktor justru dijabat oleh mantan anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Honing Sani.

"Sebenarnya, konflik sudah terjadi di PDIP ketika kader PDIP justru tidak dicalonkan oleh partainya sendiri sebagai cagub dan malah memilih Marianus Sae. Sampai akhirnya, di pertengahan jalan Marianus tertangkap OTT KPK," ucap Yulius.

"Namun, kader PDIP lebih banyak yang menyeberang memberikan dukungan ke Benny K Harman daripada ke Victor. Dan saat ini, foto Frans Lebu Raya (FLB) bersama Benny K Harman banyak beredar di Lamaholot. Ini seperti sinyal dan pesan kuat FLB memberi dukungan kepada Benny K Harman," tutupnya menambahkan.

Seperti diketahui sebelumnya, tokoh PDIP Belu Herman Yosep Loe Mau menyatakan diri siap turun tangan memenangkan Paket Calon Gubernur Benny K Harman dan Benny A Litelnoni (Harmoni) menjadi pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT. Bahkan, Herman Yosep secara gamblang mendukung 100 persen paket Har moni untuk mengunjungi kampung halamannya di Lamaknen, Kabupaten Belu, NTT.

"Kampanye berikutnya saya ikut Pak Benny," ujar mantan anggota DPRD Kabupaten Belu 1999-2004 itu saat menerima kedatangan Benny K Harman di Tulamalae, Kabupaten Belu, NTT pada Jumat (9/3/2018) lalu.

"Dengan duet Benny K Harman seorang politisi dan Benny A Litelnoni seorang birokrat menjadi sinergi yang dapat membangun NTT," katanya.

Penulis: Dwi Rizki Editor: Gede Moenanto Sumber: Warta Kota Ikuti kami di Uang untuk Menebus Obat Ibu Dipungli Oknum Polisi, Lihat Reaksinya saat Minta Dikembalikan Sumber: Googl e News | Berita 24 NTT

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »