www.AlvinAdam.com

Berita 24 Nusa Tenggara Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kompiang, Roti yang Populer di NTT Hadir di Bali

Posted by On 18.12

Kompiang, Roti yang Populer di NTT Hadir di Bali

Ferdy sedang menyelesaikan pesanan roti kompiang di kediamannya, Jalan Pulau Flores, Gang V Nomor 2, Denpasar, Bali, Jumat (6/4/2018).KOMPAS.com/ROBINSON GAMAR Ferdy sedang menyelesaikan pesanan roti kompiang di kediamannya, Jalan Pulau Flores, Gang V Nomor 2, Denpasar, Bali, Jumat (6/4/2018).

DENPASAR, KOMPAS.com - Waktu masih menunjukkan pukul 10.00 Wita. Namun, suara mesin mixer pengaduk adonan roti sudah terdengar di Jalan Pulau Flores, Gang V Nomor 2, Denpasar, Bali, Jumat (6/4/2018).

Di ruangan berukuran 20 meter persegi, Ferdianus Pangkang Das, pria asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur terlihat sibuk menyiapkan adon an roti.

Berbeda dengan pembuat roti lainnya di Denpasar, rupanya Ferdi -- sapaan akrab Ferdianus Pangkang Das -- sedang menyelesaikan pesanan roti khas NTT yaitu Kompiang. Jenis roti satu ini memang belum begitu populer di Indonesia. Tapi bagi orang Manggarai, Kompiang lekat dengan kehidupan sehari-hari.

Baca juga : Ini Dia Toko Roti Legendaris di 5 Kota di Indonesia

Di tempat asalnya Kota Ruteng, Manggarai, kompiang dijadikan teman minum kopi saat sarapan pagi. Rasanya yang khas, membuat kompiang sering dijadikan oleh-oleh para perantau yang hendak bepergian ke kota lain, termasuk Bali.

"Kalau ada keluarga yang datang dari kampung pasti pertanyaan pertama apakah bawa kompiang," tutur Ferdi.

Sebelumnya Ferdi malang melintang di dunia pembuatan roti di Bali. Bahkan sempat menjadi staf pengajar kuliner di salah saru kampus pariwisata di Bali.

Baca juga : Menjajal Roti hingga Pisang Bakar Paling Legendari s di Bandung

Pada tahun 2015, Ferdi memutuskan keluar dari zona nyaman dan membuka usaha pembuatan roti (bakery) sendri. Diawali dengan membuat roti yang cukup populer seperti croissant, danish, burger, ciabatta breads dan jenis lainnya.

Ferdy sedang menyelesaikan pesanan roti kompiang di kediamannya, Jalan Pulau Flores, Gang V Nomor 2, Denpasar, Bali, Jumat (6/4/2018).KOMPAS.com/ROBINSON GAMAR Ferdy sedang menyelesaikan pesanan roti kompiang di kediamannya, Jalan Pulau Flores, Gang V Nomor 2, Denpasar, Bali, Jumat (6/4/2018).Ide membuat kompiang berawal ketika ada kerabat dari Manggarai datang ke Bali membawa oleh-oleh kompiang.

Rasa rindu akan kompiang membuat Ferdi bersama istrinya harus menempuh jarak 40 km menuju Kabupaten Tabanan. "Sampai di Tabanan ternyata cuma bisa dapat lima biji, soalnya sudah dibagi-bagi dengan keluarga yang lain,&quo t; katanya.

Berbekal pengalaman tersebut kemudian menginspirasi Ferdi. Punya bekal keahlian membuat roti, mengapa tidak memproduksi sendiri. Apalagi peminatnya cukup besar. "Awalnya cuma produksi beberapa biji, lalu diposting di facebook," kenang Ferdy.

Postingan tersebut rupanya memancing perhatian sejumlah warga NTT di Bali, kemudian mendatangi kediaman Ferdi. Namun, ketika itu Ferdi masih merahasiakan bahwa kompiang tersebut adalah karya tangannya.

Kompiang buatan Ferdi mulai dikenal ketika ditawarkan secara terbuka di kompetisi sepak bola perantau asal Manggarai di tahun 2016. Kompiang yang populer di Manggarai lalu diberi nama Kompiang Manggarai Bali atau Kombal.

"Mulai saat itu nama kombal mulai dikenal," ujarnya.

Dari hari ke hari, nama kompiang atau kombal makin dikenal. Pembeli juga datang dari berbagai kalangan. Bahkan sering dijadikan oleh-oleh mereka yang warga yang singgah di Bali. Ada dari Papua, Surabaya, Sol o, bahkan ada pesanan dari Afrika dan Filipina.

"Pesanan ada yang dari kota lain, ada juga dari luar negeri. Saya pernah mengirim pesanan kompiang ke Filipina dan Afrika," kata Ferdy.

Saat ini Ferdi memproduksi kompiang rata-rata 300-400 biji tiap hari. Dijual dengan harga Rp 1.000 per biji. Pesanan yang datang juga sering dikombinasikan dengan jenis roti lainnya.

Cara membuat kompiang pun terbilang sederhana. Bahan-bahannya terbilang sederhana. Terdiri dari tepung terigu, gula, yeast (ragi kering), butter, garam, susu fullcream, wijen dan air secukupnya. Seluruh bahan dicampur kemudian diaduk menggunakan mixer selama 10-15 menit. Adonan yang tercampur rata kemudian dibentuk secara manual dengan berat 40 gram.

Adonan yang sudah terbentuk kemudian dipanggang selama 10-15 menit, lalu diangkat. Ferdi belum memproduksi kompiang secara massal karena hanya memproduksi jika ada pesanan. Menurutnya, kompiang akan terasa lebih nikmat jika disajikan dala m keadaan panas. Tapi jika sudah dingin dapat dipanaskan lagi dengan menggunakan minyak goreng.

"Biasanya setelah matang langsung diantar sehingga bisa dinikmati masih hangat, jadi lebih empuk. Kalau yang pesanan jarak jauh biasanya saya beri tips juga cara menyimpan yang baik," tutur Ferdi.

Pria kelahiran Manggarai ini yakin kompiang akan menjadi roti yang dikenal di seluruh Indonesia karena cocok untuk sarapan dan tahan lama, apalagi harganya terjangkau.

"Saya punya harapan kompiang bisa jadi roti yang populer di seluruh tanah air dan jadi pengobat rasa rindu akan kampung halaman," kata Ferdi.


Berita Terkait

Kisah Jaja, 40 Tahun Berjualan Roti Guriyana

Toko Roti Jadul, Rasanya Tak Kalah dengan Roti Kekinian

Roti Isi Telur Rebus Utuh, Apa Rasanya?

Terkini Lainnya

Kompiang, Roti yang Populer di NTT Hadir di Bali

Kompiang, Roti yang Populer di NTT Hadir di Bali

Food Story 07/04/2018, 07:52 WIB 4 Kafe dengan Kopi dan “Dessert” Fotogenik di Fukuoka Jepang

4 Kafe dengan Kopi dan “Dessert” Fotogenik di Fukuoka Jepang

Jepang Terkini 06/04/2018, 17:12 WIB Malas Antre Pameran Wisata? Kini Ada Jasa Titip Beli Tiket

Malas Antre Pameran Wisata? Kini Ada Jasa Titip Beli Tiket

News 06/04/2018, 16:23 WIB Aneka Penawaran dan Kegiatan Menarik di GATF 2018

Aneka Penawaran dan Kegiatan Menarik di GATF 2018

News 06/04/2018, 15:25 WIB Menjajal Yacht Mewah di Taman Nasional Komodo

Menjajal Yacht Mewah di Taman Nasional Komodo

Travel Story 06/04/2018, 14:24 WIB Harga Tiket Rute Internasional di GATF 2018, Mulai Rp 1,3 juta PP Malaysia

Harga Tiket Rute Internasional di GATF 2018, Mulai Rp 1,3 juta PP Malaysia

News 06/04/2018, 13:22 WIB Ini Daftar Harga Tiket Domestik di Garuda Indonesia Travel Fair 2018

Ini Daftar Harga Tiket Domestik di Garuda Indonesia Travel Fair 2018

News 06/04/2018, 12:10 WIB Resmi Dibuka, Pengunjung Serbu Garuda Indonesia Travel Fair 2018

Resmi Dibuka, Pengunjung Serbu Garuda Indonesia Travel Fair 2018

News 06/04/2018, 11:43 WIB Berburu Tiket Murah di Garuda Indonesia Travel Fair 2018

Berburu Tiket Murah di Garuda Indonesia Travel Fair 2018

News 06/04/2018, 10:58 WIB Apakah Semakin ke Barat Soto Lamongan Semakin Berbeda?

Apakah Semakin ke Barat Soto Lamongan Semakin Berbeda?

Food Story 06/04/2018, 09:41 WIB Indonesia Raih Dua Penghargaan Kuliner di 'World Gourmet Summit'

Indonesia Raih Dua Penghargaan Kuliner di "World Gourmet Summit"

News 06/04/2018, 08:37 WIB Rela Antre Sejak Subuh Demi Dapatkan C   ashback di GATF 2018

Rela Antre Sejak Subuh Demi Dapatkan Cashback di GATF 2018

News 06/04/2018, 07:55 WIB Sejak Subuh, Garuda Indonesia Travel Fair 2018 Sudah Ramai Pengunjung

Sejak Subuh, Garuda Indonesia Travel Fair 2018 Sudah Ramai Pengunjung

News 06/04/2018, 07:01 WIB Rooftop Baru di Jakarta dengan Sajian Non-alkohol

Rooftop Baru di Jakarta dengan Sajian Non-alkohol

Food Story 06/04/2018, 06:38 WIB Yang Baru di Ancol! Ada Wahana Memanah dan Sulap...

Yang Baru di Ancol! Ada Wahana Memanah dan Su lap...

News 05/04/2018, 21:10 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 NTT

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »