www.AlvinAdam.com

Berita 24 Nusa Tenggara Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ketika Siswa di Desa Nemberala Diajak Mencintai Laut Sejak Dini

Posted by On 10.27

Ketika Siswa di Desa Nemberala Diajak Mencintai Laut Sejak Dini

Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Ikram Sangadji, saat memberikan penjelasan tentang ekosistem laut, kepada para siswa SD Anda Iko Nemberala, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (28/4/2018)KOMPAS.com/Sigiranus Marutho Bere Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Ikram Sangadji, saat memberikan penjelasan tentang ekosistem laut, kepada para siswa SD Anda Iko Nemberala, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (28/4/2018)

BAA, KOMPAS.com - Senyuman kepala Sekolah SD Anda Iko Nemberala, Yanses Weni, begitu tulus saat menyambut kedatangan romb ongan petugas dari Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur serta wartawan, Sabtu (28/4/2018) pagi.

Rombongan yang dipimpin oleh Kepala BKKPN Kupang Ikram Sangadji itu hendak melaksanakan Conservation Goes To School di SD yang berada di dekat kawasan Pantai Nemberala.

Pantai ini terkenal sebagai surganya surfing bagi para wisatawan asing.

Desa Nemberala sendiri berada di Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, NTT. Rote merupakan pulau paling selatan Negara Indonesia dan berbatasan laut dengan Australia.

Ratusan warga Desa Nemberala, sedang membersihkan sampah yang berserakan di Pantai Nemberala di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (28/4/2018).KOMPAS.COM/SIGIRANUS MARUTHO BERE Ratusan warga Desa Nemberala, sedang membersihkan sampah yang be rserakan di Pantai Nemberala di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (28/4/2018).

Pada Januari 2018, Presiden Joko Widodo berkunjung ke wilayah itu dan menginap semalam di Bungalow Nemberala Beach Resort.

Yanses Weni lalu menyalami satu-persatu rombongan, dan kemudian mempersilahkan masuk ke ruang guru untuk beristirahat sejenak sebelum melakukan kegiatan.

Kepada rombongan, Yansen menggambarkan kondisi sekolah termasuk para siswa dan dirinya yang sudah mengabdi di sekolah itu sejak tahun 1982 silam.

Saat Yansen sedang berbincang santai dengan Ikram Sangadji dan para stafnya, para guru kemudian mengatur 75 siswa dan siswi kelas V dan VI untuk berkumpul di ruangan kelas V.

Para murid SD Anda Iko Nemberala begitu antusias dan bersemangat menyambut kedatangan tim BKKPN Kupang.

Baca juga : Menyebut Rote Ndao di NTT, Terbayang Pantai, Tenun, dan Sasando

Ikram Sangadji bersama rombongan lalu masuk ke dalam ruan gan kelas V. Kepada para siswa, Ikram langsung memperkenalkan mereka tentang sejumlah spesies ikan yang berada di laut.

Ikram pun menjelaskan tentang terumbu karang dan pohon mangrove (bakau). Siswa pun diberitahu tentang dampak buruk jika terumbu karang dan pohon mangrove dirusak. Termasuk membuang sampah sembarangan di laut.

Ikram pun menutup penjelasannya dengan pemutaran video dan peragaan poster tentang konservasi ekosistem dan jenis ikan yang dilindungi, untuk mendorong minat siswa memberikan pertanyaan terkait konservasi.

Siswa pun bertambah antusias ketika dua orang staf BKKPN Kupang, Imam Fauzi dan Suhaidi secara bergantian memberikan kuis disertai hadiah menarik.

Pertanyaan dua staf tersebut tentang ekosistem laut dijawab dengan benar. Siswa pun dibagikan kertas berupa kuisioner untuk dijawab dan dikumpulkan.

Baca juga : Pemasaran Tenun Ikat Rote Ndao Tersendat

Ikram Sangadji mengatakan, pihakny a menggelar kegiatan ini dengan tujuan untuk menanamkan cinta laut sejak dini.

"Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menanamkan rasa cinta laut sejak dini kepada murid SD, sebagai generasi yang akan datang,"ucap Ikram.

Ikram menjelaskan, Desa Nemberala dan sekitarnya merupakan salah satu kawasan pariwisata di Provinsi NTT. Karena itu memasuki desa ini sangat terasa aura pariwisata alam perairan.

Keindahan dan estetika pantai dan bawah laut, serta potensi gelombang juga telah dimanfaatkan untuk aktivitas selancar oleh para wisatawan asing.

Namun demikian, pengelolaan sampah plastik, kerusakan ekosistem terumbu karang akibat aktivitas destructive fishing dan pengambilan pasir pantai merupakan isu penting di desa Nemberala.

Berdasarkan isu-isu ini, BKKPN Kupang menggali informasi melalui metode quisioner dan pertanyaan terbuka untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa kelas V dan VI yang m engikuti kegiatan Conservation Goes to School (CGtS).

Hasil tersebut memperlihatkan bahwa 85 persen siswa, telah mengetahui dan memahami ekosistem terumbu karang dan penyebab serta dampaknya.

Demikian juga pengenalan jenis ikan yang dilindungi. Sebanyak 95 persen siswa telah mengenal dan mengetahui jenis-jenis ikan dan biota laut, namun 40 persen belum mengetahui status perlindungannya.

"Melalui pemutaran video dan peragaan poster tentang konservasi ekosistem dan jenis ikan dilindungi, menunjukan minat siswa untuk memberikan pertanyaan terkait konservasi," jelas pria asal Ambon, Maluku ini.

Baca juga : Melihat Warna Indonesia dalam Tenun Khas Rote Ndao

Selanjutnya, sebut Ikram, pengukuran pemahaman siswa tentang sampah plastik dan dampaknya terhadap kehidupan dan keberlangsungan ekosistem laut, hasilnya masih sangat rendah.

Rata-rata siswa mengetahui sampah plastik, tetapi pemahaman dampaknya masih cukup rendah.< /p>

Oleh karena itulah materi dan peragaan poster dan stiker tentang marine debris yang disampaikan kepada siswa dan diserahkan kepada pihak sekolah nantinya menjadi salah satu pegangan bagi guru sebagai salah satu bahan ajar bagi siswa.

Selama kurang lebih dua jam CGtS bersama guru dan siswa SD Anda Iko telah memberikan pemahaman dan penyadaran.

Hal ini sekaligus menjadi pesan berantai kepada siswa lainnya, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan keluarga dan sekitarnya.

"Kegiatan CGtS untuk menanamkan rasa cinta laut sejak dini oleh BKKPN Kupang, telah dilaksanakan dari tahun 2016 dalam wilayah TNP Laut Sawu sebanyak 115 sekolah dengan sasaran 7.475 siswa SD dan SMP,"jelasnya.

"Jika pesan berantai dapat tersampaikan, diharapkan penyebaran informasi tentang konservasi dan rasa cinta laut sejak dini menjadi luas di lingkungan sekolah dan di masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, Trisia Anugerah Frans selaku salah satu siswa kelas 6 SD Negeri Anda Iko yang ikut dalam kegiatan tersebut mengaku, memeroleh pengetahuan baru tentang konservasi dan ekosistem laut.

"Kami baru tahu dan sadar bahwa kebersihan pantai harus dijaga karena itu sangat penting. Kalau ada sampah plastik, akan masuk ke laut dan merusak terumbu karang," kata Trisia.

Menurut Trisia, ia bersama teman-temannya baru mengenal mamalia yang dilindungi antara lain penyu, pari manta, lumba-lumba, dan paus.

Mamalia tersebut banyak ditemukan di pesisir pantai Nemberala. Penyelam dari berbagai negara datang ke sana untuk berenang bersama pari manta dan bermain dengan lumba-lumba.

"Dulu orang-orang tangkap penyu yang mau bertelur di pantai. Tetapi sekarang aktivitas penangkapan penyu tidak ada lagi karena dilarang," katanya.

Kepala Sekolah SD Anda Iko Yanses Weni mengakui kegiatan ini sangat membantu para guru dan anak didik untuk lebih mengetahui kondisi ekosistem laut di Desa Nemberala.

"Dengan kegiatan ini, kami sangat terbantu dan mengerti, untuk bagaiman menjaga ekosistem laut, sehingga ke depan kondisi alam di laut tetap utuh," ucapnya.

Menurutnya, Pantai Nemberala dan keindahannya sudah terkenal hingga mancanegara, karena itu ekosistem yang ada di dalamnya, harus tetap dijaga dengan baik.

Yanses pun berharap, kegiatan yang digelar BKKPN Kupang ini bisa berjalan terus, sehingga ilmu yang didapat oleh para siswa bisa dikembangkan.


Terkini Lainnya

Berita Foto: Jajan Sampai Kenyang di Yogyakarta

Berita Foto: Jajan Sampai Kenyang di Yogyakarta

Food Story 30/04/2018, 21:50 WIB Ketika Siswa di Desa Nemberala Diajak Mencintai Laut Sejak Dini

Ketika Siswa di Desa Nemberala Diajak Mencintai Laut Sejak Dini

News 30/04/2018, 20:30 WIB Libur Lebaran di Gorontalo, Jangan Lewatkan Festival Tumbilotohe

Libur Lebaran di Gorontalo, Jangan Lewatkan Festival Tumbilotohe

News 30/04/2018, 19:21 WIB Awa   l Mei, Ada Festival Minangkabau di Ancol

Awal Mei, Ada Festival Minangkabau di Ancol

News 30/04/2018, 18:19 WIB 1,5 Ton Sampah Diangkut Wisatawan dan Penyelam di Bunaken

1,5 Ton Sampah Diangkut Wisatawan dan Penyelam di Bunaken

News 30/04/2018, 16:28 WIB Ketika Sate Ayam Indonesia Diserbu Wisatawan di Senegal

Ketika Sate Ayam Indonesia Diserbu Wisatawan di Senegal

News 30/04/2018, 15:22 WIB Budaya Indonesia Jadi Favorit di World Cultural Month 2018

Budaya Indonesia Jadi Favorit di World Cultural Month 2018

News 30/04/2018, 14:24 WIB Perdana, Pati Akan Punya Hotel Bintang 4

Perdana, Pati Akan Punya Hotel Bintang 4

Hotel Story 30/04/2018, 13:24 WIB 'Water Park' Terbesar se-Jateng Mulai Dibangun di Pati

"Water Park" Terbesar se-Jateng Mulai Dibangun di Pati

News 30/04/2018, 12:25 WIB Ratusan Warga Rote dan Turis Asing Bersihkan Pantai Nemberala

Ratusan Warga Rote dan Turis Asing Bersihkan Pantai Nemberala

News 30/04/2018, 10:29 WIB Mengenal Filosofi Zen Lebih Dekat dari Kedai Kopi

Mengenal Filosofi Zen Lebih Dekat dari Kedai Kopi

BrandzView 30/04/2018, 09:35 WIB Wisatawan Harus Semakin Patuhi Etika Bertemu Orangutan

Wisatawan Harus Semakin Patuhi Etika Bertemu Orangutan

Travel Tips 30/04/2018, 09:20 WIB 5 Fakta Unik Berwisata di Korea Utara

5 Fakta Unik Berwisata di Korea Utara

Travel Story 30/04/2018, 08:35 WIB Ke Malang Tida   k Lengkap jika Belum ke Es Taloen

Ke Malang Tidak Lengkap jika Belum ke Es Taloen

Food Story 30/04/2018, 07:06 WIB Siap Makan Sushi Tuna Sepuasnya di Tokyo?

Siap Makan Sushi Tuna Sepuasnya di Tokyo?

Jepang Terkini 30/04/2018, 06:10 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 NTT

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »