www.AlvinAdam.com

Berita 24 Nusa Tenggara Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Indonesia Timur Masih Jadi Daerah Tertinggi Endemis Malaria

Posted by On 15.59

Indonesia Timur Masih Jadi Daerah Tertinggi Endemis Malaria

Indonesia Timur Masih Jadi Daerah Tertinggi Endemis Malariawebmd.com

Jakarta, IDN Times - Penyakit malaria masih menjadi masalah kesehatan serius, baik di tingkat nasional hingga global. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan Indonesia terbebas dari malaria pada 2030.

1. Sebanyak 10,7 juta penduduk tinggal di daerah endemis malaria

Indonesia Timur Masih Jadi Daerah Tertinggi Endemis Malariajia-xiang.biz

Sampai akhir 2017, 266 kabupaten/kota di Indonesia atau 50 persen telah mencapai eliminasi malaria, atau setara 188 juta penduduk. Sebanyak 72 persen penduduk Indonesia sudah tinggal di dae rah bebas malaria. Artinya, masih ada 10,7 juta penduduk yang tinggal di daerah endemis menengah dan tinggi malaria.

"Indonesia sudah on the track dalam upaya mengeliminasi malaria, sudah setengah jalan. Diperlukan komitmen dan upaya lebih kuat untuk mencapai target 2030, karena yang tersisa cukup berat," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotic Kemenkes Jane Soepardi di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (23/4).

Baca juga: Oh, Ternyata Ini Alasan Ilmiahnya Kenapa Kamu Digigit Nyamuk

2. Daerah timur jadi terdampak malaria tertinggi

EDITORS' PICKS

  1. Menag Lukman Hakim Minta Rumah Ibadah Tak Digunakan Jadi Alat Kampanye
  2. Aher Usulkan Gaji Kepala Daerah Naik agar Tak Korupsi, Apa Respons Mendagri?
Indonesia Timur Masih Jadi Daerah Tertinggi Endemis Malariamisionesonline.net

Jane menjelaskan, pada 2017 jumlah kasus malaria mencapai 261.000 kasus dan 90 persen berasal dari Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu menunjukkan beban terbesar malaria saat ini adalah kawasan timur Indonesia.

3. Pemerintah menargetkan Indonesia bebas malaria 2030

Indonesia Timur Masih Jadi Daerah Tertinggi Endemis Malariawebmd.com

Jane menjelaskan, upaya untuk membebaskan malaria pada 2030 antara lain penyediaan alat diagnosis dan obat malaria, pemberian dan kampanye penggunaan kelambu anti nyamuk secara massal di daerah endemis tinggi, pengendalian vektor, screening malaria pada ibu hamil, dan lain-lain.

"Karena faktor yang memengaruhi kejadian malaria cukup kompleks, diperlukan kontribusi semua sektor terkait, termasuk masyarakat dan swasta, Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kemendes, dan Kementerian Pariwisata," kata Jane.

Baca juga: 7 Mitos Menangkal Nyamuk Ini Jangan Kamu Percayai Lagi

Read More RochmanudinEditorRochmanudinLine IDN TimesSumber: Google News | Berita 24 NTT

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »