www.AlvinAdam.com

Berita 24 Nusa Tenggara Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Gelar Pawai Paskah di Kota Kupang, Belasan Etnis Kenakan ...

Posted by On 08.38

Gelar Pawai Paskah di Kota Kupang, Belasan Etnis Kenakan ...

Pawai Paskah oleh Jemaat Gereja Benyamin Oebufu, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan menggunakan busana adat, Minggu (1/4/2018).KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE Pawai Paskah oleh Jemaat Gereja Benyamin Oebufu, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan menggunakan busana adat, Minggu (1/4/2018).

KUPANG, KOMPAS.com - Sebanyak 14 etnis dari berbagai suku di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Toraja dan Jawa, mengenakan pakaian adat masing-masing dalam pawai Paskah di Kota Kupang, Minggu (1/4/2018).

Pawai Paskah dari berbagai etnis itu dilepas oleh Wali Kota Kupang Jefirtson Riwu Kore, Ketua S inode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Pendeta Mery Kolimon, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu, Kapolresta Kota Kupang AKBP Anthon Christian Nugroho dan sejumlah pejabat lainnya di halaman depan Gereja Benyamin Oebufu, Kota Kupang.

Baca juga : Libur Paskah, Ayo Wisata ke Kete Kesu di Toraja Utara

Hadir dalam pelepasan peserta pawai tersebut, Rektor Universitas Nusa Cendana Kupang Friedrik L Benu, Anggota DPRD NTT Winston Rondo, perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kupang, Gereja Katolik Kota Kupang, perwakilan umat Hindu, tokoh masyarakat, pemuda dan LSM.

Pawai Paskah oleh Jemaat Gereja Benyamin Oebufu, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan menggunakan busana adat, Minggu (1/4/2018).KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE Pawai Paskah oleh Jemaat Gereja Benyamin Oebufu, Kota Kupang, Nu sa Tenggara Timur (NTT), dengan menggunakan busana adat, Minggu (1/4/2018).Ketua panitia, Yorim Ndoki mengatakan, kegiatan Pawai Paskah ini, diinisiasi oleh Jemaat Gereja Benyamin Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Kegiatan pawai ini, dikuti sekitar 2.000 lebih peserta, yang berasal dari Jemaat Gereja Benyamin, tamu dan undangan lainnya. "Jemaat Benyamin Oebufu, sudah enam tahun berturut-turut merayakan Paskah dengan pakaian adat dari masing-masing etnis," ucap Yorim.

Baca juga : Meski Dekat Australia, Namun Turis Jerman Paling Banyak ke NTT

Pawai ini, menurut Yorim, sebagai upaya dialog Injil, budaya, serta membangkitkan komitmen bersama terhadap berbagai fakta kebangsaan.

Pawai Paskah oleh Jemaat Gereja Benyamin Oebufu, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan menggunakan busana adat, Minggu (1/4/2018).KOMPAS.com/SIGIRAN US MARUTHO BERE Pawai Paskah oleh Jemaat Gereja Benyamin Oebufu, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan menggunakan busana adat, Minggu (1/4/2018).Dengan mengusung sub tema menyatukan keragaman dalam kedamaian, lanjut Yorim, pihaknya mengajak semua elemen bangsa dapat menghadirkan perbedaan baik suku, agama, ras dan antar-golongan, dalam satu komitmen yang indah.

"Hari ini yang ikut pawai dengan menggunakan pakaian daerah, bukan hanya suku yang ada di NTT saja, tapi dari Jawa dan Toraja serta Minahasa juga ikut meramaikannya," kata Yorim.

Dia menjelaskan, melalui kegiatan ini mampu mendorong kepekaan dan merupakan aksi nyata tentang keberagaman bangsa, untuk menyadari akan menjamurnya isu hoaks dan human trafficking yang perlu diperjuangkan secara bersama.

Pawai Paskah oleh Jemaat Gereja Benyamin Oebufu, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT),    dengan menggunakan busana adat, Minggu (1/4/2018).KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE Pawai Paskah oleh Jemaat Gereja Benyamin Oebufu, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan menggunakan busana adat, Minggu (1/4/2018).Di tempat yang sama Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu mengatakan, dengan adanya Pawai Paskah menggunakan busana daerah, bisa menjadi daya tarik tersendiri, khususnya wisata religi.

"Untuk wisata rohani, kita sudah punya Semana Santa di Pulau Flores dan satu lagi kita harapkan Pawai Paskah ini akan menjadi lebih besar, sehingga pulau besar di NTT seperti Flores, Timor dan Sumba, bisa disatukan melalui kegiatan wisata rohani ini," ucapnya.

Menurut Marius, wisatawan internasional tertarik berkunjung ke Indonesia karena keindahan manusia, keberagaman, pluralitas, sangat aman, damai dan nyaman.

Pawai Paskah oleh Jemaat    Gereja Benyamin Oebufu, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan menggunakan busana adat, Minggu (1/4/2018).KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE Pawai Paskah oleh Jemaat Gereja Benyamin Oebufu, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan menggunakan busana adat, Minggu (1/4/2018).Karena itu, menurut Marius, Pawai Paskah yang digagas oleh Jemaat Gereja Benyamin dan Pemuda GMIT dibuat menjadi lebih besar dan menarik, sehingga nantinya bisa diminati oleh wisatawan domestik maupun internasional.

"Kami dari Dinas Pariwisata Provinsi NTT tentu sangat mendukung setiap kegiatan yang terkait dengan dunia pariwisata. Kita mengatur keseimbangan antara kehidupan jasmani dan rohani. Tentunya kita akan diskusikan lagi, sehingga ke depannya kita kemas Pawai Paskah ini semenarik mungkin sehingga menjadi daya tarik wisata," tuturnya.

Marius memaparkan, pihaknya juga sudah mempromosikan dan memasarkan kegiatan wisata religi Pawai Paskah ini ke sejumlah pihak melalui media m assa.

Pawai Paskah oleh Jemaat Gereja Benyamin Oebufu, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan menggunakan busana adat, Minggu (1/4/2018)KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE Pawai Paskah oleh Jemaat Gereja Benyamin Oebufu, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan menggunakan busana adat, Minggu (1/4/2018)"Begitu banyak potensi yang ada dalam agama kita yang bisa jadi daya tarik tersendiri. Kami berencana untuk memuat Pawai Paskah ini masuk dalam kalender acara tahunan, karena itu kami harapkan bukan hanya Gereja Benyamin saja, tapi juga gereja lainnya di Kota Kupang," katanya.

Pantauan Kompas.com, para peserta pawai berjalan kaki beriringan dengan kendaraan roda empat yang didandani dengan motif etnis masing masing.

Berjalan di tempat paling depan, etnis Toraja, disusul etnis Sumba, Amfoang, Rote, Malaka, Bajawa, Minahasa, Amanatun, Sikka , Amanuban, Jawa, Amarasi, Alor dan Sabu.

Pawai Paskah oleh Jemaat Gereja Benyamin Oebufu, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan menggunakan busana adat, Minggu (1/4/2018).KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE Pawai Paskah oleh Jemaat Gereja Benyamin Oebufu, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan menggunakan busana adat, Minggu (1/4/2018).Pawai Paskah dikawal ketat oleh aparat Brimob, Kepolisian Resor Kupang Kota dan disaksikan oleh warga Kota Kupang yang berjejal di sepanjang jalan yang dilewati para peserta pawai.

Berita Terkait

Ke Taman Nasional Komodo, Pilih Menginap di Hotel atau Kapal?

Mencari Miniatur Rumah Adat NTT, Datanglah ke Paang Lembor

Labuan Bajo Disiapkan Jadi Pintu Masuk Wisatawan ke NTT

Festival Budaya Digelar di NTT, Bidik Turis Timor Leste

Terkini Lainnya

Akomodasi Murah dan Nyaman di Jantung Kota Semarang

Akomodasi Murah dan Nyaman di Jantung Kota Semarang

Hotel Story 02/04/2018, 21:38 WIB Ingin Lihat Karya Seni Seniman Lokal di Hongkong? Ini Lokasinya!

Ingin Lihat Karya Seni Seniman Lokal di Hongkong? Ini Lokasinya!

Travel Stor y 02/04/2018, 20:20 WIB Tak Hanya Belanja, di Hongkong Wisatawan Bisa Menikmati Karya Seni Kelas Dunia

Tak Hanya Belanja, di Hongkong Wisatawan Bisa Menikmati Karya Seni Kelas Dunia

News 02/04/2018, 20:00 WIB Bisakah Menikmati Sakura Sambil Naik Gunung?

Bisakah Menikmati Sakura Sambil Naik Gunung?

Jepang Terkini 02/04/2018, 19:08 WIB Lomba Lari 'Terganas' 320 Km Tambora Challenge Siap Digelar

Lomba Lari "Terganas" 320 Km Tambora Challenge Siap Digelar

News 02/04/2018, 15:28 WIB Virgin Island, Harta Karun Thailand

Virgin Island, Harta Karun Thailand

Travel Story 02/04/2018, 14:36 WIB 10 Ide Wisata Seru Bersama Keluarga di Dubai

10 Ide Wisata Seru Bersama Keluarga di Dubai

Travel Story 02/04/2018, 14:35 WIB Taman Garuda Ini Menjadi Tujuan Utama Warga Kendal pada Minggu Pagi

Taman Garuda Ini Menjadi Tujuan Utama Warga Kendal pada Minggu Pagi

News 02/04/2018, 10:41 WIB Gurihnya Kuah Tu   he dari Lhokseumawe

Gurihnya Kuah Tuhe dari Lhokseumawe

Food Story 02/04/2018, 09:22 WIB Gelar Pawai Paskah di Kota Kupang, Belasan Etnis Kenakan Pakaian Adat

Gelar Pawai Paskah di Kota Kupang, Belasan Etnis Kenakan Pakaian Adat

News 02/04/2018, 08:28 WIB Mengenal Uniknya Makanan Khas Toraja

Mengenal Uniknya Makanan Khas Toraja

Food Story 02/04/2018, 07:34 WIB Berkunjung ke 'Kota Reog', Yuk Nikmati Wisata Petik Jeruk

Berkunjung ke "Kota Reog", Yuk Nikmati Wisata Petik Jeruk Travel Story 02/04/2018, 06:39 WIB 8 Fakta Seputar Komodo, Hewan Purba yang Hanya Ada di Indonesia

8 Fakta Seputar Komodo, Hewan Purba yang Hanya Ada di Indonesia

Travel Story 01/04/2018, 20:26 WIB Lezatnya Ayam Goreng Pak Supar, Pengunjung Rela Antre hingga 1 Jam

Lezatnya Ayam Goreng Pak Supar, Pengunjung Rela Antre hingga 1 Jam

Food Story 01/04/2018, 18:28 WIB Ke Taman Nasional Komodo, Pilih Menginap di Hotel atau Kapal?

Ke Taman Nasional Komodo, Pilih Menginap di Hotel atau Kapal?

Travel Tips 01 /04/2018, 16:26 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 NTT

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »