www.AlvinAdam.com

Berita 24 Nusa Tenggara Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

DPRD Riau Studi Banding Pariwisata ke NTT

Posted by On 04.54

DPRD Riau Studi Banding Pariwisata ke NTT

Wisata bahari di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/7/2017).ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA Wisata bahari di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/7/2017).

KUPANG, KOMPAS.com - Sebanyak 15 orang Anggota Komisi E DPRD Provinsi Riau, melakukan studi banding pariwisata ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (17/4/2018).

Mereka disambut oleh Kepala Dinas Pariwisata NTT Marius Ardu Jelamu dan puluhan staf instansi itu. Sebelum masuk ke ruangan rapat, mereka dikalungi selendang khas NTT dan menari bersama.

Baca juga : Ke Taman Nasional Komodo, Pilih Menginap di Hotel atau Kapal?

Dalam pertemuan itu, pihak DPRD Riau meminta masukan dan pendapat serta kiat-kiat dari pihak pariwisata NTT untuk bisa memajukan pariwisata di Riau.

"Kita memilih studi banding ke NTT karena pariwisata di NTT saat ini lagi menggeliat. Kita tahu informasi itu dari media. Apalagi Presiden Jokowi sudah beberapa kali datang ke NTT, sehingga kita meminta masukan dari Dinas Pariwisata NTT," kata Ketua Komisi E DPRD Riau, Aherson.

Baca juga : 5 Fakta Menarik tentang Wae Rebo di Flores

Menurut Aherson, studi banding ini dilakukan untuk membandingkan potensi pariwisata di NTT dan Riau.

"Terus terang di dalam pertemuan tadi kita mendapat ilmu yang luar biasa. Kami di Riau promosi yang masih kurang dan pelibatan media juga masih kurang dan teknisnya nanti diatur oleh Dinas Pariwisata Riau terkait promosi daerah," katanya.

Mudah-mudahan, lanjut Aherson, kunjungan studi banding ini bukan hanya sekali, tapi terus menerus dan yang baik akan ditingkatkan.

Dia juga berharap, Dinas Pariwisata NTT mengadakan kunjungan balik ke Provinsi Riau, sehingga bisa saling melihat potensi pariwisata di Riau yang bisa ditingkatkan ke depannya.

Dalam studi banding ke NTT, rombongan anggota DPRD Riau akan berkunjung ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, untuk melihat langsung keindahan alam dan juga satwa Komodo.

"Dengan waktu kunjungan yang singkat ini kita ingin manfaatkan semaksimal mungkin untuk bisa melihat beberapa obyek pariwisata penting di NTT," katanya.

Tugu Kota Kalabahi, Alor, yang dikenal sebagai Bumi KenariARSIP KOMPAS TV Tugu Kota Kalabahi, Alor, yang dikenal sebagai Bumi KenariSekembalinya dari NTT, lanjut Aherson, pihaknya akan membahas soal masukan dari Dinas Pariwisata NTT, soal pengembangan pariwisata yang a da di Riau.

"Cara mengangkat potensi pariwisata yang kita belum tahu, sehingga dengan ilmu yang kita dapatkan dari Pak kepala dinas akan kita terapkan di Riau," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu mengapresiasi kunjungan itu.

Menurut Marius, studi banding tersebut merupakan ajang saling belajar, saling menimba ilmu, berdiskusi dan berbagi pengalaman, sehingga bisa diterapkan di daerah masing-masing.

"Tentu kita butuhkan kerja sama antara provinsi dan kabupaten serta kota di seluruh Indonedia untuk memajukan pariwisata Indonesia. Jadi tugas kita adalah memajukan pariwisata di daerah kita masing-masing dalam rangka memajukan pariwisata Indonesia secara keseluruhan," ucapnya.

Wisatawan berfoto dengan komodo dan ranger Sulaiman di TN Komodo, Pulau Rinca, NTT.Julianus Ebol Wisatawan berfoto denga n komodo dan ranger Sulaiman di TN Komodo, Pulau Rinca, NTT.Marius menjelaskan, pihaknya selama ini selalu menggandeng media dalam setiap kegiatan yang digelar oleh Dinas Pariwisata.

Peran media, menurut Marius, sangat penting untuk mempromosikan potensi pariwisata yang ada di seluruh wilayah NTT. Promosi dilakukan melalui media, lokal, nasional hingga internasional.

"Media harus digerakkan, walaupun kami biaya kecil, namun pariwisata kami begitu gaduh. Kami melakukan sejumlah kegiatan seperti Festival Komodo di Manggarai Barat, Festival Likurai di Kabupaten Belu, Malaka dan TTU, Parade 1.001 kuda di Pulau Sumba, Tour de Flores, Tour di Timor dan kegiatan lainnya," kata Marius.

Marius mengaku, sudah ada beberapa daerah lainnya di Indonesia yang pernah melakukan studi banding tentang pariwisata di NTT seperti Kota Binjai dan Jambi.

Wisa   tawan berfoto di puncak bukit di Pulau Padar dengan latar belakang teluk-teluk yang ada di pulau yang berada di kawasan Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, tersebut, 31 Agustus 2015.KOMPAS/YOVITA ARIKA Wisatawan berfoto di puncak bukit di Pulau Padar dengan latar belakang teluk-teluk yang ada di pulau yang berada di kawasan Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, tersebut, 31 Agustus 2015.Marius menyebut, di Riau pangsa pasar wisatanya sangat besar, karena berbatasan dengan dua negara yakni Singapura dan Malaysia. Karena itu, Pemerintah Riau mesti fokus untuk wisata perbatasan, dengan menggelar sejumlah festival.

"Dengan adanya kunjungan ini, tentu kita akan dapat masukan dan kita akan berbagi pengalaman kita. Saya kira sebagai bangsa dan negara yang sama, kita tidak boleh tertutup," ucapnya.

"Pengalaman dari Riau tentu kita akan petik dan kita eksplorasi juga dalam pengembangan pariwisat a kita, demikian pula sebaliknya," tambah Marius.


Berita Terkait

Podo Puzu, Ritual Mistis Suku Kengge di Flores

Menikmati Kopi Flores di Kafe La Bajo Labuan Bajo

Untuk Turis Milenial, Ini 5 Destinasi Eksotis di Sumba

Melalui Film, Nama Pulau Sumba Makin Populer

6 Hari Jelajah Alam dan Budaya Sumba, Mau?

Terkini Lainnya

Mengintip Pembuatan Kerupuk Kluntung, Kerupu   k Khas Pasinan Banyuwangi

Mengintip Pembuatan Kerupuk Kluntung, Kerupuk Khas Pasinan Banyuwangi

Food Story 18/04/2018, 18:00 WIB Berita Foto: Semaraknya Parade Tokoh Disney di Tokyo Disneyland (2)

Berita Foto: Semaraknya Parade Tokoh Disney di Tokyo Disneyland (2)

Travel Story 18/04/2018, 15:30 WIB Bulan Ini, Ada Tiket Promo PT KAI Mulai Rp 50.000

Bulan Ini, Ada Tiket Promo PT KAI Mulai Rp 50.000

News 18/04/2018, 14:14 WIB Kembul Bujana, Tradisi Makan Bersama di Kulon Progo

Kembu l Bujana, Tradisi Makan Bersama di Kulon Progo

Travel Story 18/04/2018, 13:16 WIB 7-12 Agustus 2018, Jember Fashion Carnaval Siap Digelar

7-12 Agustus 2018, Jember Fashion Carnaval Siap Digelar

News 18/04/2018, 12:08 WIB Nikmati Hamparan Bunga di Berbagai Taman Eksotis

Nikmati Hamparan Bunga di Berbagai Taman Eksotis

BrandzView 18/04/2018, 11:45 WIB Berita Foto: Semaraknya Parade Tokoh Disney di Tokyo Disneyland (1)

Berita Foto: Semaraknya Parade Tokoh Disney di Tokyo Disneyland (1)

Travel Story 18/04/2018, 11:10 WIB 5 Tempat untuk Penikmat Makanan Tradisional di Ubud Bali

5 Tempat untuk Penikmat Makanan Tradisional di Ubud Bali

Food Story 18/04/2018, 10:21 WIB Pesona Tanjung Bongo di Halmahera Tak Kalah dengan Raja Ampat

Pesona Tanjung Bongo di Halmahera Tak Kalah dengan Raja Ampat

Travel Story 18/04/2018, 09:01 WIB Berburu “Pancake” Hingga ke Himeji Jepang, Apa Istimewanya?

Berburu “Pancake” Hingga ke Himeji Jepang, Apa Istimewanya?

Jepang Terkini 18/04/2018, 08:19 WIB DPRD Riau Studi Banding Pariwisata ke NTT

DPRD Riau Studi Banding Pariwisata ke NTT

News 18/04/2018, 07:52 WIB Yogyakarta di Antara Suasana Klasik dan Modern

Yogyakarta di Antara Suasana Klasik dan Modern

BrandzView 18/04/2018, 07:07 WIB Tampil Beda, Ini Soto Iga Goreng Bawang Keprabon

Tampil Beda, Ini Soto Iga Goreng Bawang Keprabon

Food Story 18/04/2018, 06:45 WIB Ini Kata Para Koki agar Kuliner Indonesia Bisa Mendunia

Ini Kata Para Koki agar Kuliner Indonesia Bisa Mendunia

Food Story 17/04/2018, 22:26 WIB Kemenpar Usulkan Ubud ke UNWTO jadi Destinasi Gastronomi

Kemenpar Usulkan Ubud ke UNWTO jadi Destinasi Gastronomi

News 17/04/2018, 21:24 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 NTT

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »