www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

5.577 Lampu tenaga surya akan dibagikan di NTT tahun ini

Posted by On 08.38

5.577 Lampu tenaga surya akan dibagikan di NTT tahun ini

Merdeka > Uang 5.577 Lampu tenaga surya akan dibagikan di NTT tahun ini Senin, 2 April 2018 11:47 Reporter : Siti Nur Azzura Ignasius Jonan. ©2017 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Warga di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mendapatkan bantuan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE). Bantuan ini secara simbolis diberikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan kepada Bupati Flores Timur dan perwakilan warga setempat.

BERITA TERKAIT
  • ESDM ingatkan Pertamina tak kurangi pasokan Premium
  • ESDM prediksi cadangan minyak RI habis dalam 12 tahun dan gas bumi 50 tahun
  • ESDM pesimis target pembangunan jargas tak capai target di 2019

Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian ESDM mencatat sebanyak 5.577 kepala keluarga di 39 desa di NTT yang akan mendapatkan LTSHE pada tahun ini. Hal tersebut termasuk Kabupaten Flores Timur yang mendapat 744 unit LTSHE.

Untuk itu, pemerintah daerah dapat menyampaikan usulan pemasangan LTSHE bagi masyarakat yang terhitung masih dalam kondisi gelap gulita dan luput dari pendataan. Hal ini dikutip laman resmi Kementerian ESDM, Senin (2/4).

Sementara itu, Kementerian ESDM akan terus berupaya menerangi wilayah Indonesia terutama pada desa-desa yang belum berlistrik. Seperti dengan membagik an LTHSE kepada masyarakat di daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal), sebagai langkah untuk mewujudkan energi berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selain LTSHE, Provinsi NTT juga menjadi target program sumur bor air tanah mengingat beberapa wilayahnya termasuk daerah sulit air. Hingga 2017 telah dibangun 90 titik sumur air bor, dan pada tahun 2018 akan dibor 2 titik lagi di Kelurahan Weri dan Kelurahan Sarotari, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), diketahui terdapat 20 desa yang saat ini masih dalam kondisi gelap gulita. Dari 20 desa tersebut, sebanyak 12 desa sudah dan akan dilistriki oleh PT PLN dan untuk sisanya yakni 8 desa akan menjadi prioritas Kementerian ESDM untuk mendapatkan bantuan LTSHE.

Sebelumnya, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Boni menyebut bahwa sekitar 20 hingga 30 persen desa di wilayahnya belum terlistriki hingga saat ini .

"Masih banyak yang belum terlistriki, 20-30 persen yang belum terlistriki," ungkapnya di Wisma Nusantara, Jakarta, Rabu (24/1).

Dia menjelaskan, sebagian besar listrik di NTT dipasok oleh PLN, padahal menurut dia, wilayahnya sangat kaya dengan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT). "Banyak dari PLN, beberapa dari EBT yang bisa mendukung. PLN punya program desa berlistrik. EBT ini kan baru beberapa tahun yang bisa dikembangkan," kata dia. [azz]

Baca Juga:
Arcandra: Izin tambang bakal dicabut jika perusahaan tambang belum CnCESDM ingatkan Pertamina tak kurangi pasokan PremiumESDM prediksi cadangan minyak RI habis dalam 12 tahun dan gas bumi 50 tahunESDM pesimis target pembangunan jargas tak capai target di 2019ESDM minta peran aktif pemda untuk perizinan pembangunan jaringan gas
Topik berita Terkait:
  1. ESDM
  2. Krisis Listrik
  3. Energi Baru Terbarukan
  4. Ekonomi Indonesia
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini
  • Spanduk Emil Dardak ini viral di sosmed

  • Taufan Pawe kagumi konsep bangun kampung dan tata kota ala NH-Aziz

  • Naik becak, Puti & Gus Ipin sapa masyarakat Trenggalek hingga menuju GOR

Rekomendasi

Sumber: Google News | Berita 24 NTT

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »