www.AlvinAdam.com
Kirim Berita NTT: Klik Disini | Konfirmasi Berita NTT: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

TKI Korban Penyiksaan di Hong Kong Sempat Dirawat di Rumah Sakit

Posted by On 04.35

TKI Korban Penyiksaan di Hong Kong Sempat Dirawat di Rumah Sakit

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal KOMPAS.com/Kristian Erdianto Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal

JAKARTA, KOMPAS.com - Tenaga kerja Indonesia yang menjadi korban penyiksaan oleh majikan di Hong Kong, Tri Wahyuni, sempat mendapat perawatan di rumah sakit.

Tri yang asalnya dari Jawa Timur itu kini telah didampingi perwakilan pemerintah di Hong Kong.

"Pagi ini sudah divisum dan dirawat di Queen Elizabeth Hospital. Saat ini sudah diizinkan untuk kembali," ujar Direktur Perl indungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal melalui keterangan tertulis, Jumat (2/3/2018).

Menurut Iqbal, sesuai izin dan aturan di Hong Kong, untuk sementara Tri Wahyuni ditampung di fasilitas penampungan milik agen penyalur pekerja di Hong Kong. Namun, petugas dari KJRI juga ikut mendampingi Tri Wahyuni.

Sementara itu, nenek berusia 79 tahun yang merupakan pelaku penyiksaan, saat ini telah dibebaskan oleh kepolisian Hong Kong.

"Pelaku sudah dikeluarkan dari tahanan sementara waktu dengan jaminan (bail), karena memang sistem hukum di Hong Kong memungkinkan hal itu," kata Iqbal.

(Baca juga: Majikan yang Siksa TKI di Hong Kong Tak Ditahan karena Bayar Jaminan)

Sebelumnya, dalam video yang ditayangkan melalui Facebook, tampak seorang tenaga kerja Indonesia di Hong Kong yang dianiaya secara fisik dan verbal oleh majikannya.

Dalam penggalan video yang diunggah akun Time News Interna tional via Coconut Hong Kong Kamis (1/3/2018), majikan itu tiba-tiba masuk dan memukul TKI yang tidak diketahui identitasnya tersebut.

"Astaga aku ditapok, aku ditapoki. Ra terimo aku (Saya dipukul. Saya dipukul. Saya tidak terima)," ujar TKI itu kesakitan menggunakan bahasa Jawa ketika majikan tersebut memukul tangannya.

Kemarahan si majikan semakin menjadi-jadi. Sebab TKI itu tersebut terus berkata-kata dalam bahasa Jawa. Majikan yang terlihat seperti seorang perempuan paruh baya tersebut terus memukul TKI itu karena dia tidak mengerti yang dikatakannya.

"Apa yang Anda katakan mengenai saya? Berbicara dalam bahasa saya, Mandarin! Saya tidak pernah semarah ini sebelumnya," ujar si majikan tersebut.

Puncaknya adalah ketika si majikan tersebut mengancam membunuh TKI itu jika saja tidak ada sistem pengadilan dan penjara.

"Bunuh saja," jawab Tri, saat disiksa.

Kompas TV Disnaker Provinsi Nusa Tengga ra Timur mencatat ada 62 Tenaga Kerja Indonesia yang dikirim ke NTT dalam kondisi meninggal di tahun 2017.

Berita Terkait

Majikan yang Siksa TKI di Hong Kong Tak Ditahan karena Bayar Jaminan

Jadi TKI 7 Tahun di Malaysia, Ida Dilarang Komunikasi dengan Keluarganya

Kemlu RI: Nenek Penyiksa TKI di Hong Kong Ditangkap Polisi

Kisah TKI Ida, 7 Tahun Tak Digaji hingga Disekap Majikannya di Malaysia

Ida, TKI yang Disekap Majikannya di Malaysia, Tiba di Kupang Sore Ini

Terkini Lainnya

Sandiaga Ingin Gabung Jadi Anggota Koalisi Pejalan Kaki

Sandiaga Ingin Gabung Jadi Anggota Koalisi Pejalan Kaki

Megapolitan 02/03/2018, 19:29 WIB Terkait Suap Wali Kota Adriatma, KPK Geledah Lima Tempat di Kendari

Terkait Suap Wali Kota Adriatma, KPK Geledah Lima Tempat di Kendari

Regional 02/03/2018, 19:27 WIB Sandiaga Batal Gunakan Hak Diskresi untuk PKL Trotoar Melawai

Sandiaga Batal Gunakan Hak Diskresi untuk PKL Trotoar Melawai

Megapolitan 02/03/2018, 19:25 WIB Ditantang Pakai Diskresi agar PKL Berjualan di Trotoar Istana, Begini Tanggapan Sandiaga

Ditantang Pakai Diskresi agar PKL Berjualan di Trotoar Istana, Begini Tanggapan Sandiaga

Megapolitan 02/03/2018, 19:18 WIB TKI Korban Penyiksaan di Hong Kong Sempat Dirawat di Rumah Sakit

TKI Korban Penyiksaan di Hong Kong Sempat Dirawat di Rumah Sakit

Nasional 02/03/2018, 19:18 WIB Sering Dipalak dan Diludahi, Seorang Nelayan Bunuh Preman

Sering Dipalak dan Diludahi, Seorang Nelayan Bunuh Preman

Regional 02/03/2018, 19:18 WIB Mayat Korban Dicor di Bak Mandi, Pelaku Pembunuhan Menangis Setelah Reka Ulang

Mayat Korban Dicor di Bak Mandi, Pelaku Pembunuhan Menangis Setelah Reka Ulang

Regional 02/03/2018, 19:14 WIB Kepala Mulai Botak, Pria Ini Ditolak Calon Istri di Hari Pernikahan

Kepala Mulai Botak, Pria Ini Ditolak Calon Istri di Hari Pernikahan

Internasional 02/03/2018, 19:09 WIB Memperkokoh Islam Kebangsaan, Memperkuat Ekonomi Umat

Memperkokoh Islam Kebangsaan, Memperkuat Ekonomi Umat

Nasional 02/03/2018, 19:08 WIB Politisi PDI-P Bantah Ada Upaya Pilpres 2019 Diikuti Calon Tunggal

Politisi PDI-P Bantah Ada Upaya Pilpres 2019 Diikuti Calon Tunggal

Nasional 02/03/2018, 19:06 WIB Bukan Digusur, Situ Sasak Tinggi Akan Diperluas

Bukan Digusur, Situ Sasak Tinggi Akan Diperluas

Megapolitan 02/03/2018, 18:58 WIB Majikan yang Siksa TKI di Hong Kong Tak Ditahan karena Bayar Jaminan

Majikan yang Siksa TKI di Hong Kong Tak Ditahan karena Bayar Jaminan

Nasional 02/03/2018, 18:57 WIB Kakek di Perancis Mengaku Lakukan 40 Kali Pemerkosaan

Kakek di Perancis Mengaku Lakukan 40 Kali Pemerkosaan

Internasional 02/03/2018, 18:54 WIB Laporkan Penyebar Hoaks, Kuasa Hukum Prabowo Minta Polisi Tak Tebang Pilih

Laporkan Penyebar Hoaks, Kuasa Hukum Prabowo Minta Polisi Tak Tebang Pilih

Nasional 02/03/2018, 18:50 WIB Paksa Tiga Anak Hidup di Rumah Triplek, Orangtua di California Ditahan

Paksa Tiga Anak Hidup di Rumah Triplek, Orangtua di California Ditahan

Internasional 02/03/2018, 18:50 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 NTT

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »