www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Arab Saudi Eksekusi Mati TKI, Pemerintah Diminta Layangkan Protes

Posted by On 17.22

Arab Saudi Eksekusi Mati TKI, Pemerintah Diminta Layangkan Protes

Arab Saudi adalah negara dengan angka eksekusi hukuman mati terbesar di dunia. Metode yang dipakai di negara itu adalah dengan hukum pancung.  VIA INDEPENDENT Arab Saudi adalah negara dengan angka eksekusi hukuman mati terbesar di dunia. Metode yang dipakai di negara itu adalah dengan hukum pancung.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta Pemerintah Indonesia melayangkan protes keras kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi terkait eksekusi mati seorang tenaga kerja Indonesia bernama Zaini Misrin pada Minggu (18/3/2018).

Pasalnya eksekusi tersebut dilakukan tanpa pemberita huan terlebih dahulu (mandatory consular notification) kepada Pemerintah Indonesia.

Akibatnya, pemerintah tidak bisa memberikan pembelaaan atau upaya perlindungan pada Zaini sebelum dieksekusi.

"Kami mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengecam keras atau protes terhadap Pemerintah Kerajaan Arab Saudi supaya mereka tidak mengulangi kejadian-kejadian seperti ini," ujar Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (19/3/2018).

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (19/3/2018).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (19/3/2018).

(Baca juga: Arab Saudi Eksekusi Mati Seorang TKI Tanpa Pemberitahuan Resmi)

"Kami rekomendasikan Pem erintah Indonesia melayangkan protes keras terhadap Pemerintah Kerajaan Arab Saudi," ucapnya.

Selain itu, Komnas HAM juga mengecam Pemerintah Arab Saudi yang telah melakukan eksekusi mati.

Menurutnya, penerapan hukuman mati tidak sesuai dengan prinsip dan nilai-nilai HAM.

Sebab, kata Beka, sesuai prinsip HAM, hak hidup seseorang tidak bisa dikurangi dalam situasi apapun.

"Kami tentu saja mengecam keras pelaksanaan hukuman mati terhadap TKI di Arab Saudi karena kami pegang prinsip bahwa hak hidup adalah hak yang tidak bisa dikurangi dalam situasi apapun," tegasnya.

Ia pun berharap Pemerintah Arab Saudi memberikan keadilan terhadap seluruh TKI yang sudah dijatuhi vonis hukuman mati.

(Baca juga: TKI Dieksekusi Mati Setelah 13 Tahun Ditahan di Arab Saudi)

Di sisi lain, Komnas HAM juga meminta Kementerian Luar Negeri secara proaktif memberikan perlindungan terhadap TKI yang terlibat kasus hukum.

"K alau bisa kemudian meminta Pemerintah Arab Saudi memberikan keadilan terhadap tenaga kerja indonesia yang ada di Arab Saudi," kata Beka.

Adapun, informasi eksekusi mati Zaini Misrin itu dibenarkan pihak Kementerian Luar Negeri, Senin siang.

"Iya (eksekusi telah dilakukan tanpa pemberitahuan resmi)," kata Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal melalui pesan singkat.

Iqbal sendiri sudah berkomunikasi dengan keluarga Misrin di Bangkalan.

Misrin dituduh membunuh majikannya di Kota Mekkah pada tahun 2004. Presiden Jokowi sempat meminta bantuan Raja Salman untuk meninjau kembali kasus pidana yang menjerat WNI tersebut.

Kompas TV Disnaker Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat ada 62 Tenaga Kerja Indonesia yang dikirim ke NTT dalam kondisi meninggal di tahun 2017.

Berita Terkait

Pasca-Eksekusi Mati TKI, Indonesia Ditantang Pulangkan Dubes Arab Saudi

Aktivis HAM dan Buruh Migran Indonesia Kecam Arab Saudi yang Eksekusi Mati Misrin

"Saya Dengar Abah Telah Meninggal Dieksekusi Tadi Malam di Arab Saudi..."

Polisi Siap Otopsi Jenazah Milka, TKI Asal NTT yang Tewas di Malaysia

Sudah Lapor ke Polisi, Keluarga TKI Milka Tolak Pemberian Uang 2.000 Ringgit oleh Agen

Terkini Lainnya

Kulit Kabel di Gorong-gorong 'Ring 1' yang Muncul dari Z   aman Ahok hingga Anies

Kulit Kabel di Gorong-gorong "Ring 1" yang Muncul dari Zaman Ahok hingga Anies

Megapolitan 20/03/2018, 07:04 WIB Terkait Tim Pemantau Kasus Novel, Polri Minta Jangan Sentuh Teknis Penyidikan

Terkait Tim Pemantau Kasus Novel, Polri Minta Jangan Sentuh Teknis Penyidikan

Nasional 20/03/2018, 06:52 WIB Reka Ulang Pembunuhan Ustaz Prawoto, Pelaku Peragakan 8 Adegan Penganiayaan

Reka Ulang Pembunuhan Ustaz Prawoto, Pelaku Peragakan 8 Adegan Penganiayaan

Regional 20/03/2018, 06:44 WIB Kisah Perantauan Zaini Misrin yang Berakhir di Tangan Algojo Arab Saudi...

Kisah Perantauan Zaini Misrin yang Berakhir di Tangan Algojo Arab Saudi...

Nasional 20/03/2018, 06:33 WIB Sakit di Malaysia, TKI Nikolas Habiskan Gaji untuk Pulang ke Indonesia

Sakit di Malaysia, TKI Nikolas Habiskan Gaji untuk Pulang ke Indonesia

Regional 20/03/2018, 06:21 WIB Pemadam Kebakaran Tak Melulu Padamkan Api...

Pemadam Kebakaran Tak Melulu Padamkan Api...

Megapolitan 20/03/2018, 06:15 WIB Identitas Jasad Wan   ita dengan Tangan Terikat di Bogor Terungkap

Identitas Jasad Wanita dengan Tangan Terikat di Bogor Terungkap

Regional 20/03/2018, 06:14 WIB Panglima TNI Khawatir Pemuda Lebih Kenal K-Pop Dibanding Jenderal Sudirman

Panglima TNI Khawatir Pemuda Lebih Kenal K-Pop Dibanding Jenderal Sudirman

Regional 20/03/2018, 06:05 WIB Berita Populer Jabodetabek, Anies Keruk Sampah, Fahri Hamzah, hingga Mobil Mewah Sitaan KPK

Berita Populer Jabodetabek, Anies Keruk Sampah, Fahri Hamzah, hingga Mobil Mewah Sitaan KPK

Megapolitan 20/03/2018, 06:04 WIB Hujan Diprediksi Mengguyur Sebagian Wilayah Jabodetabek

Hujan Diprediksi Mengguyur Sebagian Wilayah Jabodetabek

Megapolitan 20/03/2018, 05:47 WIB Roem Kono: Ada 'Tempat Lain' untuk Mahyudin

Roem Kono: Ada "Tempat Lain" untuk Mahyudin

Nasional 20/03/2018, 05:30 WIB BERITA FOTO: Penampakan Deretan Mobil dan Motor Mewah Bupati Hulu Sungai Tengah

BERITA FOTO: Penampakan Deretan Mobil dan Motor Mewah Bupati Hulu Sungai Tengah

Nasional 20/03/2018, 05:15 WIB Jalan Pan   jang Memperjuangkan Zaini Misrin Terhindar dari Eksekusi Mati...

Jalan Panjang Memperjuangkan Zaini Misrin Terhindar dari Eksekusi Mati...

Nasional 20/03/2018, 05:05 WIB Merawat Perjuangan HAM Melalui Generasi Milenial

Merawat Perjuangan HAM Melalui Generasi Milenial

Nasional 20/03/2018, 04:15 WIB Marak Kekerasan Anak, KPAI Minta Sekolah Buka Posko Pengaduan

Marak Kekerasan Anak, KPAI Minta Sekolah Buka Posko Pengaduan

Nasional 20/03/2018, 02:43 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 NTT

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »