www.AlvinAdam.com

Berita 24 Nusa Tenggara Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Waspada, Pengembang Bodong Berkeliaran di NTT

Posted by On 12.25

Waspada, Pengembang Bodong Berkeliaran di NTT

Perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Gemstone Regency, yang dikembangkan oleh PT Charson Timorland Estate. Lokasinya berada di Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.Dokumentasi PT Charson Timorland Estate Perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Gemstone Regency, yang dikembangkan oleh PT Charson Timorland Estate. Lokasinya berada di Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

KUPANG, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (REI) Nusa Tenggara Timur ( NTT) Bobby Lianto mengatakan, saat ini banyak berkeliaran developer atau pengembang bodong.< /p>

Bobby pun mengimbau masyarakat di provinsi yang berbatasan dengan negara Timor Leste dan Australia itu, agar lebih berhati-hati membeli rumah.

Dia mengaku, sudah beberapa warga yang menjadi korban, termasuk di antaranya wartawan.

"Ada warga yang telanjur memberikan uang muka atau down payment (DP) hingga belasan juta rupiah, kemudian pengembangnya menghilang. Warga pun datang mengadu ke saya. Ada korban yang juga adalah wartawan," kata Bobby kepada Kompas.com, Kamis (1/2/2018).

Untuk membatasi pergerakan investasi bodong lanjut Bobby, pemerintah telah mengeluarkan regulasi untuk mengatur pengembang yang layak membangun rumah dan menjualnya.

Mereka adalah pengembang yang sudah terdaftar dalam beberapa organisasi yang resmi dan diakui pemerintah.

Organisai yang dimaksud Bobby yakni REI, Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) serta Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional (A pernas). Sementara itu Apersi sendiri dibagi menjadi tiga organisasi lagi.

"Dengan aturan yang sudah dikeluarkan per 1 Januari 2018, maka bila pengembangnya tidak terdaftar di organisasi seperti REI, tidak boleh mengajukan kredit perumahan subsidi," tutur Bobby.

Dia menambahkan, masyarakat yang ingin membeli rumah atau melalui sistem kredit rumah, harus teliti dan menanyakan mengenai status keanggotaan pengembang dalam asosiasi resmi serta menunjukkan legalitasnya.

"Aturan ini dibuat agar masyarakat yang ingin beli rumah, tidak lagi jadi korban developer bodong," tutupnya.

Terkini Lainnya

Sabtu Pagi, Presiden Resmikan Lapangan Tenis Senayan

Sabtu Pagi, Presiden Resmikan Lapangan Tenis Senayan

Berita 02/02/2018, 23:13 WIB Cari Rumah Murah Dekat Stasiun? Ini Daftarnya...

Cari Rumah Murah Dekat Stasiun? Ini Daftarnya ...

Hunian 02/02/2018, 18:20 WIB Ada Pemasangan Balok Beton, Jalan Alternatif Kendal-Semarang Dialihkan

Ada Pemasangan Balok Beton, Jalan Alternatif Kendal-Semarang Dialihkan

Berita 02/02/2018, 17:01 WIB Trotoar di Sekitar Halte atau Stasiun Harus Layak Pakai

Trotoar di Sekitar Halte atau Stasiun Harus Layak Pakai

Berita 02/02/2018, 15:00 WIB PP Properti Buka Hotel Bintang Empat di Pekanbaru

PP Properti Buka Hotel Bintang Empat di Pekanbaru

Hotel 02/02/2018, 14:00 WIB Lippo Cikarang Raup Pendapatan Rp 1,2 Triliun di Kuartal Ketiga 2017

Lippo Cikarang Raup Pendapatan Rp 1,2 Triliun di Kuartal Ketiga 2017

Berita 02/02/2018, 13:33 WIB Jembatan di Jalan Tol Batang-Semarang Bisa Dilintasi

Jembatan di Jalan Tol Batang-Semarang Bisa Dilintasi

Berita 02/02/2018, 13:00 WIB Ikuti Jejak 'Tesco', Supermarket Ini Pecat Ribuan Manajer

Ikuti Jejak "Tesco", Supermarket Ini Pecat Ribuan Manajer

Ritel 02/02/2018, 11:30 WIB Kontraktor Kecil dan Menengah Kuasai Proyek Kementerian PUPR

Kontraktor Kecil dan Menengah Kuasai Proyek Kementerian PUPR

Konstruksi 02/02/2018, 10:30 WIB Memilih Calon Kepala Daerah yang Paham Tata Ruang

Memilih Calon Kepala Daerah yang Paham Tata Ruang

Berita 02/02/2018, 09:26 WIB LPKR Raup Pendapatan Rp 7,5 Triliun

LPKR Raup Pendapatan Rp 7,5 Triliun

Berita 02/02/2018, 09:02 WIB Simak, Cara 'H&M' Berkelit dari Guncangan Ritel

Simak, Cara "H&M" Berkelit dari Guncangan Ritel

Ritel 01/02/2018, 23:15 WIB Waspada, Pengembang Bodong Berkeliaran di NTT

Waspada, Pengembang Bodong Berkeliaran di NTT

Berita 01/02/2018, 22:30 WIB Trotoar Layak Pakai di Jakarta Hanya 10 Persen

Trotoar Layak Pakai di Jakarta Hanya 10 Persen

Berita 01/02/2018, 22:00 WIB 70 Persen Kasus Kebakaran Gedung di Jakarta Dipicu Korsleting Listrik

70 Persen Kasus Kebakaran Gedung di Jakarta Dipicu Korsleting Listr ik

Berita 01/02/2018, 21:34 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 NTT

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »