www.AlvinAdam.com

Berita 24 Nusa Tenggara Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Polemik moratorium TKI antara Indonesia dan Malaysia

Posted by On 09.21

Polemik moratorium TKI antara Indonesia dan Malaysia

Merdeka > Dunia Polemik moratorium TKI antara Indonesia dan Malaysia Jumat, 23 Februari 2018 07:11 Reporter : Pandasurya Wijaya, Ira Astiana, Fellyanda Suci Agiesta Aksi lilin warga terkait moratorium TKI. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus kematian tenaga kerja Indonesia asal Nusa Tenggara Timur Adelina Lisao, di Malaysia menyulut kembali isu moratorium atau penghentian pengiri man buruh migran.

BERITA TERKAIT
  • Pemerintah minta Malaysia tindak tegas majikan yang pekerjakan TKI ilegal
  • Kemlu tegaskan moratorium pengiriman TKI ada di tangan Pemerintah Indonesia
  • Dubes Malaysia tegaskan moratorium tidak membuat kasus penyiksaan TKI berkurang

Adelina, 21 tahun, meninggal setelah diperlakukan tidak manusiawi oleh majikannya saat bekerja sebagai asisten rumah tangga. Adelina dipaksa tidur di teras rumah bersama anjing dan mengalami penyiksaan hingga meninggal di Rumah Sakit Bukit Mertajam 11 Februari lalu.

Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana mengatakan harus ada yang memutus mata rantai agar kejadian seperti dialami tenaga kerja asal Nusa Tenggara Timur, Adelina, tak terjadi lagi. Terutama masalah yang terkait agen TKI di Malaysia maupun di Indonesia.

"Mengenai Adelina, saya sudah ngomong sama pak presiden waktu itu, untuk moratorium, presiden juga ingin moratorium, ka rena presiden juga sampaikan kepada perdana menteri Malaysia. Saya juga ngomong sama wakil PM Malaysia moratorium harus dijalankan. Kita hentikan tenaga kerja yang tidak (berizin) terutama asisten rumah tangga, karena di Malaysia banyak TKI ilegal," kata Rusdi, di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (15/2).

Rusdi juga menyampaikan beberapa hal untuk menghentikan kasus seperti yang menimpa Adelina ini. Dia meminta majikan yang merekrut TKW ilegal juga ikut dihukum.

"Kalau majikannya tak dihukum ini tak akan berhenti. Ini harus dihentikan, caranya adalah naikin gaji pekerja, majikan punya standar pendapatan, agen di Malaysia ditutup. Karena agen Malaysia itu yang melakukan itu. Bukannya kita. Malah agen Malaysia yang lakukan."

tkw adelina meninggal di malays ia courtesy of Steven Sim's office


Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Sri Zahrain Mohamed Hashim menegaskan moratorium bukan solusi untuk mengurangi kasus penyiksaan tenaga kerja asal Indonesia yang bekerja di Malaysia. Sebaliknya, moratorium justru akan menambah masalah baru.

"Moratorium bukanlah solusi tetapi justru akan menambah masalah lain. Meskipun sifatnya sementara, tetapi moratorium tetap tidak menjadi solusi berkurangnya kasus yang menimpa tenaga kerja Indonesia," kata Datuk Sri, saat ditemui di kantor Kedutaan Besar Malaysia, Jakarta Selatan, Rabu (21/2).

Datuk Sri menjelaskan, masalah lain yang akan timbul adalah semakin maraknya praktik pemberangkatan pekerja migran Indonesia melalui jalur ilegal atau non-prosedural oleh pihak tak bertanggung jawab. Sebagai dua negara yang saling membutuhkan satu sama lain, maka solusi paling tepat adalah berbincang bersama untuk mencapai suatu kesepakatan.

"K ita harus realistis. Malaysia membutuhkan tenaga kerja asing sementara Indonesia bisa menyuplai tenaga kerja tersebut. Jika hal itu dihentikan, maka yang akan timbul adalah masalah baru seperti makin maraknya pekerja ilegal yang datang ke Malaysia, selain juga berkurangnya pemasukan dari segi ekonomi," jelasnya.

Meski Malaysia telah menyampaikan pernyataan demikian, namun pihak Indonesia menegaskan bahwa keputusan tentang moratoriun tergantung pada pemerintah sendiri.

"Dia boleh saja bicara begitu, tetapi keputusan ada di kita," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir atau biasa disapa Tata, saat menggelar jumpa pers di Kemenlu, Jakarta Pusat, Kamis (22/2).

Tata menuturkan bahwa keputusan moratorium tergantung kepada bagaimana cara Pemerintah Malaysia mengatasi kasus penyiksaan TKI di negaranya. Sejauh ini, Indonesia masih melihat langkah-langkah yang dilakukan oleh Malaysia agar kasus penyiksaan TKI tidak terulang kembali .

"Apabila tidak tercapai, maka kita terbuka dengan segala macam cara agar kasus yang sama tidak terjadi lagi," tegasnya.

Selain itu, Tata juga menyampaikan bahwa Indonesia sudah mengirim nota diplomatik yang isinya mengecam kasus Adelina.

"Kita meminta pemerintah Malaysia untuk secara serius menyelesaikan masalah hukum dengan pelaku. Kita juga meminta agar dua pelaku ini dihukum seberat-beratnya sesuai dengan aturan hukum berlaku," ujarnya. [pan]

Baca Juga:
Pemerintah minta Malaysia tindak tegas majikan yang pekerjakan TKI ilegalKemlu tegaskan moratorium pengiriman TKI ada di tangan Pemerintah IndonesiaDubes Malaysia tegaskan moratorium tidak membuat kasus penyiksaan TKI berkurangPembunuh TKI Adelina terancam hukuman gantung di MalaysiaMajikan TKI Adelina didakwa pasal pembunuhanPrihatin dengan kasus TKI Adelina, Malaysia janji terapkan hukuman paling adil
Topik berita Terkait:
  1. Penganiayaan TKI
  2. TKI
  3. Moratorium TKI
  4. TKI Malaysia
  5. Nestapa TKI
  6. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini
  • Menteri era Gus Dur sebut tahun politik tak berdampak negatif ke ekonomi RI

  • Nurdin Halid, sang manager legenda PSM Makassar

  • Sejumlah alasan memilih NH-Aziz di Pilgub Sulsel

Rekomendasi

Sumber: Google News< /a> | Berita 24 NTT

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »