www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Inilah Alur Perekrutan TKI Adelina oleh 3 Pelaku

Posted by On 11.02

Inilah Alur Perekrutan TKI Adelina oleh 3 Pelaku

KUPANG, KOMPAS.com - Pihak Kepolisian Resor Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya menangkap tiga orang pelaku, perekrut Tenaga Kerja Indonesia ( TKI) Adelina Sau ke Malaysia.

Tiga orang yang ditangkap itu masing-masing berinisial FL, HP, dan OB. Peran ketiganya berbeda-beda saat merekrut Adelina.

"Setelah menerima laporan dari ibu kandung Adelina pada Rabu (14/2/2018) lalu, anggota langsung melakukan penyelidikan dan menangkap tiga pelaku dengan tempat dan waktu yang berbeda-beda," ungkap Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules Abraham Abast kepada Kompas.com, Selasa (27/2/2018).

Pelaku FL, lanjut Jules, ditangkap di kosnya di Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, pada 14 Februari 2018 sekitar pukul 17.00 Wita.

(Baca juga : Kronologi Tewasnya TKI Adelina di Malaysia )

Selanjutnya pelaku HP ditangkap di rumahnya di Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, pada 14 Februari 2018, sekitar pukul 21.00 Wita.

Kemudian yang terakhir, pelaku OB ditangkap di rumahnya di Desa Abi, Kecamatan Oenino, Kabupaten TTS, pada 18 Februari 2018, sekitar pukul 16.30 Wita.

"FL adalah seorang ibu rumah tangga, HP adalah Kepala Cabang PT Asfiz Langgeng Abadi, yang bergerak di bidang ketenagakerjaan, dan OB adalah petani di Desa Abi," sebut Jules.

Warga Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) gelar aksi 1.000 lilin di depan Kantor Gubernur NTT, Senin (19/2/2018).DOKUMENTASI PRIBADI/ASIS Warga Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) gelar aksi 1.000 lilin di depan Kantor Gubernur NTT, Senin (19/2/2018).Jules menjelaskan, perekrutan Adelina Sau, berawal ketika pada 2015 lalu, pelaku OB yang merupakan tetangga Adelina di Desa Abi, Kecamatan Oenino, TTS, menghubungi Adelina dan keluarganya.

Setelah itu, OB memberitahu ke FL melalui telepon genggamnya, untuk segera menjemput Adelina di Desa Abi.

(Baca juga : Kematian TKI Adelina, Sebuah Kegagalan Melindungi Pekerja Rumah Tangga )

Selanjutnya FL menjemput Adelina di Desa Abi, lalu Adelina dan FL berangkat ke Kota Kupang. Setibanya di Kupang, FL menyerahkan Adelina ke pelaku HP.

HP selaku Kepala cabang PT Asfis Langgeng Abadi, sambung Jules, menampung korban Adelina, sebelum diberangkatkan ke Jakarta.

Sebelumnya diberitakan, Adelina Sau adalah TKI asal Desa Abi, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), yang meninggal di Malaysia pada Minggu (11/2/2018).

Adelina (21) dilaporkan meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Penang, Malaysia. Sebelum meninggal dia dilaporkan tidur bersama anjing selama sebulan.

Saat hendak dievakuasi tim penyelamat, dia tampak ketakutan. Di tubuhnya terdapat nanah bekas luka bakar. Polisi setempat kini menyelidiki dugaan pembunuhan terhadap gadis itu.

Polisi Malaysia, telah menahan tiga pelaku yang merupakan majikan Adelina.

Kompas TV Tiga orang perekrut Adelina Sau yang meninggal di Malaysia ditangkap pihak kepolisian Polres Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.

Berita Terkait

Polisi Tangkap Tiga Orang Perekrut TKI Adelina

Majikan TKI Adelina Terancam Hukuman Mati

Warga NTT Gelar 1.000 Lilin untuk TKI Adelina Sau

Joanna, Tenaga Kerja Filipina yang Bernasib seperti TKI Adelina

Terkini Lainnya

Digugat Suami, Komedian Ini Galang Donasi untuk Biaya Berperkara

Digugat Suami, Komedian Ini Galang Donasi untuk Biaya Berperkara

Internasional 27/02/2018, 23:50 WIB Puan Bantah Jabat Bapilu di PDI-P

Puan Bantah Jabat Bapilu di PDI-P

Nasional 27/02/2018, 23:15 WIB Banyak Pemilik Senjata, Mengapa Swiss Tidak Ada Penembakan Massal?

Banyak Pemilik Senjata, Mengapa Swiss Tidak Ada Penembakan Massal?

Internasional 27/02/2018, 23:06 WIB Keributan Menyusul Kematian Petinju Inggris

Keributan Menyusul Kematian Petinju Inggris

Olahraga 27/02/2018, 22:58 WIB Satpol PP Layangkan SP 1 ke PKL di Jatijajar dan Cilangkap

Satpol PP Layangkan SP 1 ke PKL di Jatijajar dan Cilangkap

Megapolitan 27/02/2018, 22:44 WIB Dikunjungi Menhan, Putra Abu Bakar Ba'asyir Minta Ayahnya Dibebaskan

Dikunjungi Menhan, Putra Abu Bakar Ba'asyir Minta Ayahnya Dibebaskan

Regional 27/02/2018, 22:43 WIB KPU Jateng Targetkan Paritisipasi Pemilih di Pilkada Serentak 77,5 Persen

KPU Jateng Targetkan Paritisipasi Pemilih di Pilkada Serentak 77,5 Persen

Regional 27/02/2018, 22:32 WIB Penangkapan Anggota The Family MCA di Pangkal Pinang Kagetkan Rekan Kerjanya

Penangkapan Anggota The Family MCA di Pangkal Pinang Kagetkan Rekan Kerjanya

Regional 27/02/2018, 22:24 WIB Sidang Adjudikasi, KPU Minta Permohonan Sengketa PBB Ditolak

Sidang Adjudikasi, KPU Minta Permohonan Sengketa PBB Ditolak

Nasional 27/02/2018, 22:19 WIB Dedi Mulyadi Tawarkan Solusi Atasi Banjir di Bekasi

Dedi Mulyadi Tawarkan Solusi Atasi Banjir di Bekasi

Regional 27/02/2018, 22:14 WIB Keinginan Sandiaga Membangunkan 'Sleeping Giant' Pulau Panjang...

Keinginan Sandiaga Membangunkan "Sleeping Giant" Pulau Panjang...

Megapolitan 27/02/2018, 22:12 WIB PKL Trotoar Melawai Akan Direlokasi ke Blok S

PKL Trotoar Melawai Akan Direlokasi ke Blok S

Megapolitan 27/02/2018, 22:01 WIB Ceburkan Diri di Bengawan Solo, Seorang Warga Ditemukan T   ewas di Ngawi

Ceburkan Diri di Bengawan Solo, Seorang Warga Ditemukan Tewas di Ngawi

Regional 27/02/2018, 22:01 WIB Jasa Marga Siapkan Rambu dan Jalur Khusus Bus di Ruas Tol Bekasi

Jasa Marga Siapkan Rambu dan Jalur Khusus Bus di Ruas Tol Bekasi

Megapolitan 27/02/2018, 21:52 WIB Kasus Suap di Pilkada Garut, Ketua KPU Sebut Ancaman Besar bagi Demokrasi

Kasus Suap di Pilkada Garut, Ketua KPU Sebut Ancaman Besar bagi Demokrasi

Regional 27/02/2018, 21:51 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 NTT

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »