www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Curi Ikan di Perairan Indonesia, 2 Warga China Divonis Bebas

Posted by On 11.02

Curi Ikan di Perairan Indonesia, 2 Warga China Divonis Bebas

IlustrasiDaily Mail Ilustrasi

KUPANG, KOMPAS.com - Dua orang terdakwa pencurian ikan asal China divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kedua warga China itu diadili karena terlibat kasus pencurian ikan di perairan Indonesia.

Dua orang terdakwa masing-masing Weng Zhi Yi dan Li Zhaofeng hanya dikenai denda masing-masing Rp 100 juta.

"Sidang pembacaan putusannya berlangsung pada Senin, 26 Februari 2018 kemarin," kata Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kupang, Mubarak kepada Kompas.com, Selasa (27/2/2018).

Menurut Mubarak, kedua terdakwa tidak mengajukan keberatan atas putusan hakim. Sementara jaksa penuntut umum masih merundingkan apakah menerima atau tidak hasil keputusan hakim.

Menurut Mubarak, alasan tidak ada hukuman kurungan seperti tuntutan jaksa, karena kedua terdakwa dijerat Pasal 102 Undang-undang perikanan dan United Nation Conventio on the Law of the Sea (UNCLOS).

Baca juga : Menteri Susi: Panggil Saya Doktor Honoris Causa, Saya Tenggelamkan

Sementara itu, kata Mubarak, barang bukti Kapal Motor Fu Yuan Yu 831 dirampas oleh negara untuk dimanfaatkan atau dilelang.

"Alasan barang bukti tidak dimusnahkan, karena memiliki nilai manfaat ekonomi," ujar Mubarak.

Sebelumnya diberitakan, petugas dari Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), memeriksa secara intensif nakhoda dan 21 anak buah kapal (ABK) Fu Yuan Yu 831. Kapal berbendera China itu diama nkan karena memasuki wilayah perairan NTT.

Baca juga : Curi Ikan, Nakhoda Kapal Nelayan Malaysia Ditahan dan 3 ABK Dideportasi

Kepala PSDKP Kupang, Mubarak mengatakan, kapal itu milik Fred Ho dan berukuran 598 GT.

Menurut Mubarak, kapal itu berada pada posisi 11°09,943'S - 126°12,441'E ZEEI WPP 573 saat diamankan, atau sudah masuk wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Kompas TV Kapal berbendera Malaysia ini terjaring patroli dan terbukti tidak memiliki surat izin penangkapan ikan.

Berita Terkait

Curi Ikan di Perairan Sebatik, 4 Nelayan Filipina Diamankan Polisi

Curi Ikan di Perairan Indonesia, Nakhoda Kapal asal China Jadi Tersangka

Curi Ikan di Perairan Laut Aceh, Kapal Nelayan Malaysia DItangkap

Curi Ikan, Nakhoda Kapal Nelayan Malaysia Ditahan dan 3 ABK Dideportasi

Terkini Lainnya

Digugat Suami, Komedian Ini Galang Donasi untuk Biaya Berperkara

Digugat Suami, Komedian Ini Galang Donasi untuk Biaya Berperkara

Internasional 27/02/2018, 23:50 WIB Puan Bantah Jabat Bapilu di PDI-P

Puan Bantah Jabat Bapilu di PDI-P

Nasional 27/02/2018, 23:15 WIB Banyak Pemilik Senjata, Mengapa Swiss Tidak Ada Penembakan Massal?

Banyak Pemilik Senjata, Mengapa Swiss Tidak Ada Penembakan Massal?

Internasional 27/02/2018, 23:06 WIB Keributan Menyusul Kematian Petinju Inggris

Keributan Menyusul Kematian Petinju Inggris

Olahraga 27/02/2018, 22:58 WIB Satpol PP Layangkan SP 1 ke PKL di Jatijajar dan Cilangkap

Satpol PP Layangkan SP 1 ke PKL di Jatijajar dan Cilangkap

Megapolitan 27/02/2018, 22:44 WIB Dikunjung   i Menhan, Putra Abu Bakar Ba'asyir Minta Ayahnya Dibebaskan

Dikunjungi Menhan, Putra Abu Bakar Ba'asyir Minta Ayahnya Dibebaskan

Regional 27/02/2018, 22:43 WIB KPU Jateng Targetkan Paritisipasi Pemilih di Pilkada Serentak 77,5 Persen

KPU Jateng Targetkan Paritisipasi Pemilih di Pilkada Serentak 77,5 Persen

Regional 27/02/2018, 22:32 WIB Penangkapan Anggota The Family MCA di Pangkal Pinang Kagetkan Rekan Kerjanya

Penangkapan Anggota The Family MCA di Pangkal Pinang Kagetkan Rekan Kerjanya

Regional 27/02/2018, 22:24 WIB Sidang Adjudikasi, KPU Minta Permohonan Sengketa PBB Ditolak

Sidang Adjudikasi, KPU Minta Permohonan Sengketa PBB Ditolak

Nasional 27/02/2018, 22:19 WIB Dedi Mulyadi Tawarkan Solusi Atasi Banjir di Bekasi

Dedi Mulyadi Tawarkan Solusi Atasi Banjir di Bekasi

Regional 27/02/2018, 22:14 WIB Keinginan Sandiaga Membangunkan 'Sleeping Giant' Pulau Panjang...

Keinginan Sandiaga Membangunkan "Sleeping Giant" Pulau Panjang...

Megapolitan 27/02/2018, 22:12 WIB PKL Trotoar Melawai Akan    Direlokasi ke Blok S

PKL Trotoar Melawai Akan Direlokasi ke Blok S

Megapolitan 27/02/2018, 22:01 WIB Ceburkan Diri di Bengawan Solo, Seorang Warga Ditemukan Tewas di Ngawi

Ceburkan Diri di Bengawan Solo, Seorang Warga Ditemukan Tewas di Ngawi

Regional 27/02/2018, 22:01 WIB Jasa Marga Siapkan Rambu dan Jalur Khusus Bus di Ruas Tol Bekasi

Jasa Marga Siapkan Rambu dan Jalur Khusus Bus di Ruas Tol Bekasi

Megapolitan 27/02/2018, 21:52 WIB Kasus Suap di Pilkada Garut, Ketua KPU Sebut Ancaman Besar bagi Demokrasi < h3>Kasus Suap di Pilkada Garut, Ketua KPU Sebut Ancaman Besar bagi Demokrasi Regional 27/02/2018, 21:51 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 NTT

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »