www.AlvinAdam.com

Berita 24 Nusa Tenggara Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Fasilitator Nasional BNPB Tawarkan Konsep Jaga Kali kepada Komunitas Relawan Sungai Belu

Posted by On 15.46

Fasilitator Nasional BNPB Tawarkan Konsep Jaga Kali kepada Komunitas Relawan Sungai Belu

Fasilitator Nasional BNPB Tawarkan Konsep “Jaga Kali” kepada Komunitas Relawan Sungai Belu

BNPB kembali mengadakan pertemuan untuk membentuk dan mengembangkan komunitas sekolah sungai di Kabupaten Belu.

Fasilitator Nasional BNPB Tawarkan Konsep “Jaga Kali” kepada Komunitas Relawan Sungai BeluPOS KUPANG/EDY BAUFasilitator Nasional BNPB, Harris Syarif Usman saat menyampaikan materinya di Kantor BPBD Kabupaten Belu, Rabu (8/11/2017).

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUAâ€"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencara (BNPB) kembali mengadakan pertemuan untuk membentuk dan mengembangkan komunitas sekolah sungai di Kabupaten Belu.

Pertemuan ini berlangsung di Kantor BPBD Kabupaten Belu, sejak Selasa (7/11/2017) sampai Kamis (9/11/2017) dengan menghadirkan narasumber dari BNPB dan instansi terkait semisal Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Koperasi dan Dinas Lingkungan Hidup.

Fasilitator Nasional BNPB, Harris Syarif Usman dalam materinya, Rabu (8/11/2017), menawarkan konsep jaga kali kepada para peserta pertemuan yang merupakan utusan dari kelurahan-kelurahan sekitar sungai/kali Berdao, Kota Atambua.

Baca: Atasi Kekerasan Anak di NTT, Pemerintah Perlu Gandeng Lembaga Agama dan LSM

Menurutnya, kondisi kali Berdao yang dikeluhkan karena airnya keruh dan berbau busuk itu lebih pada pengelolaan kali yang tidak profesional. Dengan adanya sekolah sungai, lanjutnya, tata kelola sungai atau kali harus lebih baik.

Fasilitator Nasional BNPB, Harris Syarif Usman saat menyampaikan materinya di Kantor BPBD Kabupaten Belu Rabu (8/11/2017).
Fasilitator Nasional BNPB, Harris Syarif Usman saat menyampaikan materinya di Kantor BPBD Kabupaten Belu Rabu (8/11/2017). (POS KUPANG/EDY BAU)

Konsep jaga kali yang dimaksudkan, kata Harris, merupakan suatu konsep agar seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan sungai tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

Dia mencontohkan, tata kelola serta organisasi atau relawan di sekitar Kali Code di Yogyakarta yang dulunya sangat amburadul, kotor dan berbau, kini telah menjadi bersih dan bahkan menjadi kawasan wisata.

Baca: Alicia Lily Michaela Padu Dapat Pengalaman Baru dari Debat Nasional

Agar kali Berdao Atambua menjadi seperti Kali Code, maka konsep jaga kali harus diterapkan.

Halaman selanjutnya 12
Penulis: Frederikus Riyanto Bau Editor: agustinus_sape Sumber: Pos Kupang Ikuti kami di Pensiunan PNS Perkosa Gadis 21 Tahun di Warung Kopi, Video Durasi 3 Menitnya Beredar Sumber: Tribun Kupang

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »