www.AlvinAdam.com

Berita 24 Nusa Tenggara Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Gedung Sekolah Darurat Dihajar Angin Kencang, Siswa SDN Amsila Belajar di Bawah Pohon

Posted by On 04.40

Gedung Sekolah Darurat Dihajar Angin Kencang, Siswa SDN Amsila Belajar di Bawah Pohon

Gedung Sekolah Darurat Dihajar Angin Kencang, Siswa SDN Amsila Belajar di Bawah Pohon

Ini penjelasan dari kepala sekolah Dasar Negeri (SDN) Amsila di Desa Naunu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang soal sekolah roboh

Gedung Sekolah Darurat Dihajar Angin Kencang,  Siswa SDN Amsila Belajar di Bawah PohonIstimewahGedung SDN Amsila yang roboh dan siswa terpaksa belajar di bawah pohon, Rabu (11/10/2017)

Laporan wartawan Pos Kupang, Edi Hayon

POS KUPANG.COM, OELAMASI - Sebanyak 58 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Amsila di Desa Naunu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di bawah pohon.

Pasalnya, gedung darurat yang berdinding kayu dan beratapkan ala-alang di sekolah ini dihantam angin puting beliung, Senin (10/10/2017).

Seluruh fasilitas pendukung KBM di sekolah ini hancur total sehingga praktis KBM lumpuh total.

Kepala SDN Amsila, Aleks Faot, S.Pd,SD, kepada Pos Kupang, Rabu (11/10/2017) menuturkan, angin puting beliung yang terjadi tanggal 10 Oktober 2017 lalu membuat gedung sekolah yang dibangun darurat roboh.

Kerusakan terutama tiga ruang kelas ditambah satu ruangan PAUD dari total 7 ruangan yang ada. Kejadian ini menyebabkan 58 siswa yang selama ini belajar di sekolah ini terpaksa mengikuti KBM di bawah pohon.

"Kejadian ini mengakibatkan siswa harus rela belajar di bawah pohon. Naasnya lagi beberapa kursi, meja dan juga papan tulis juga ikut hancur. Sehingga membuat para guru dan murid belajar menggunakan fasilitas seadanya," tutur Aleks.

Menurutnya, kejadian ini telah dilaporkan ke pihak Badan Penanggulangan Benca na Daerah (BPBD) Kabupaten Kupang, namun diarahkan di Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang yang sudah diterima Bagian Sarana Prasarana, dan diperoleh jawabab akan dikonfirmasi dengan Sekda dahulu barulah sesuai petunjuk ditindaklanjuti.

Aleks berharap agar pemerintah dapat melihat dan mengatasinya dengan cepat karena semua gedung hanya darurat , dari total 7 ruangan hanya 3 yang beratap seng, tapi dindingnya pun menggunakan bebak, Apalagi saat ini dilakukan ujian tengah semester sehingga langkah yang diambil pihak sekolah menggunakan shift bagi siswa kelas 1- 3 sekolahnya pagi dan 4-6 harus sekolah di sore hari .

Dirinya meminta dengan kerendahan hati agar gedung yang roboh ini bisa segera ditangani karena sebentar lagi musim hujan. (*)

Penulis: Edy Hayon Editor: marsel_ali Sumber: Pos Kupang Ikuti kami di Heboh Video Penampakan Makhluk Misterius Mirip Putri Duyung, Saksi Mata sampai Gemetar saat Merekam Sumber: Tribun Kupang

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »