www.AlvinAdam.com

Berita 24 Nusa Tenggara Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Celaka! Diskriminasi Sekolah Swasta, Sama Dengan Diskriminasi 35 Persen Anak Sekolah di NTT

Posted by On 04.30

Celaka! Diskriminasi Sekolah Swasta, Sama Dengan Diskriminasi 35 Persen Anak Sekolah di NTT

Celaka! Diskriminasi Sekolah Swasta, Sama Dengan Diskriminasi 35 Persen Anak Sekolah di NTT

Parah! Peran sekolah swasta tidak disebutkan sama sekali dalam kebijakan utama undang-undang sistim pendidikan nasional

Celaka! Diskriminasi Sekolah Swasta, Sama Dengan Diskriminasi 35 Persen Anak Sekolah di NTTPos Kupang/Andri AtagoranKetua Umum BMPS Provinsi NTT, Winston Rondo (kiri) memberikan penjelasan terkait nasib sekolah swasta saat musyawarah besar pendidikan tahun 2017 di Hotel Neo Aston Kupang, Jumat (27/10/2017)

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Andri Atagoran

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Ketua Umum Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BM PS) Provinsi NTT, Winston Rondo mengatakan, anak NTT yang bersekolah di sekolah-sekolah swasta mencapai 35 persen di jenjang PAUD, SD, SMP dan SMA.

"Jadi jika pemerintah mendiskriminasikan sekolah swasta, sama dengan pemerintah mendiskriminasikan 35 persen anak NTT," kata Winston saat musyawarah besar pendidikan tahun 2017 di Hotel Neo Aston Kupang, Jumat (27/10/2017).

Kegiatan tersebut dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Winston mengatakan, peran sekolah swasta tidak disebutkan sama sekali dalam kebijakan utama undang-undang sistim pendidikan nasional.

"Yang ada hanya sekolah yang berdasarkan partisipasi masyarakat dan dampaknya sangat terasa mulai dari kebijakan subsidi, dukungan sarana dan prasarana, tenaga pengajar hingga patihan-pelatihan masih sangat terbatas untuk sekolah swasta," kata Winston.

"Padahal masing-masing sekolah swasta mempunyai kemampuan sendiri-sendiri," lanjutnya.

Dalam konteks NTT, Winston mengatakan sekolah-sekolah swasta bisa disuport dengan beijakan-kebijakan pemerintah Provinsi NTT.

"Misalnya, Biaya Operasional Sekolah (BOS) daerah provinsi NTT itu bisa mendukung guru-guru komite yang dibiayai pemerintah provinsi NTT," kata Winston. (*)

Penulis: Andri Atagoran Editor: marsel_ali Sumber: Pos Kupang Ikuti kami di Hana Anisa Sempat Buka Instagram Buat Klarifikasi, Ternyata di Dadanya Ada ... Sumber: Tribun Kupang

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »