www.AlvinAdam.com

Berita 24 Nusa Tenggara Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Aroma Tak Sedap di Sepanjang Sungai Berdao-Atambua, Ternyata Ini Penyebabnya

Posted by On 14.14

Aroma Tak Sedap di Sepanjang Sungai Berdao-Atambua, Ternyata Ini Penyebabnya

Aroma Tak Sedap di Sepanjang Sungai Berdao-Atambua, Ternyata Ini Penyebabnya

Penasaran dengan hal ini, Lurah Berdao, Gaspar Kleden terjun langsung ke sungai untuk memastikan penyebabnya.

Aroma Tak Sedap di Sepanjang Sungai Berdao-Atambua, Ternyata Ini PenyebabnyaPOS KUPANG/EDY BAUKepala BPBD Belu, Alfons Kehi membawakan materi acara sosialisasi sekolah sungai kepada aparatur dan masyarakat di Aula lantai I Kantor Bupati Belu, Senin (30/10/2017)

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Edy Bau

POS KUPANG.COM ATAMBUA - Aroma tak sedap sepanjang sungai Berdao, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, bukan hal baru. Hal ini sudah sering dikeluhkan.

Penasaran dengan hal ini, Lurah Berdao, Gaspar Kleden terjun langsung ke sungai untuk memastikan penyebabnya.

Pada acara sosialisasi sekolah sungai kepada aparatur dan masyarakat di Aula lantai I Kantor Bupati Belu, Senin (30/10/2017), Gaspar Kleden mengatakan, air dari sungai yang melintasi sebagian besar Kota Atambua itu sebenarnya tidak menebarkan aroma busuk jika airnya mengalir lancar.

Dia mengaku menemukan sungai yang dipenuhi sampah yang dibuang oleh masyarakat setempat.

Bahkan ada warga yang membuat rumah, WC dan kandang babi di atas sungai.

Hal ini menyebabkan air sungai tertahan dan menimbulkan bau busuk.

“Sungai ini menerima air dari semua kelurahan di Kota Atambua. Kami pernah kerja bakti, airnya mengalir lancar. Tapi seminggu kemudian air tidak mengalir dan bau lagi,” ungkapnya.

Dikatakannya, penyebab aroma busuk air kali itu bukan saja dari limbah pabrik, tetapi juga dari limbah rumah tangga warga sekitarnya.

“K alau disepakati beberapa instansi, kita tindaklanjuti agar bangunan di atas sungai harus dibongkar dulu. Kalau tidak air tetap tertahan,” katanya.

Menurutnya, Sungai Berdao harus segera ditangani sebelum menimbulkan malapetaka akibat perilaku membuang sampah sembarangan dan bangunan liar di bantaran sungai.

Kepala BPBD Belu, Alfons Kehi menyebutkan, program sekolah sungai ini merupakan kerjasama pihaknya dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingat Belu sebagai salah satu daerah yang rawan bencana. (*)

Penulis: Frederikus Riyanto Bau Editor: agustinus_sape Sumber: Pos Kupang Ikuti kami di Wanita Ini Temukan Kamera Tersembunyi Berbentuk USB di Toilet Umum, saat Dicek Isinya Mengejutkan! Sumber: Tribun Kupang

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »