www.AlvinAdam.com


Berita 24 Nusa Tenggara Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Bank Indonesia Larang Penggunaan Virtual Currency Sebagai Alat Pembayaran

Posted by On 06.55

Bank Indonesia Larang Penggunaan Virtual Currency Sebagai Alat Pembayaran

Bank Indonesia Larang Penggunaan Virtual Currency Sebagai Alat Pembayaran

Bank Indonesia melarang penggunaan Virtual Currency, termasuk bitcoin sebagai alat pembayaran.

Bank Indonesia Larang Penggunaan Virtual Currency Sebagai Alat Pembayaran-

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Bank Indonesia melarang penggunaan Virtual Currency, termasuk bitcoin sebagai alat pembayaran.

Sesuai dengan ketentuan di dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang menyatakan bahwa mata uang adalah uang yang dikeluarkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia dan setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran atau kewajiban lain yang harus dipenuhi dengan uang atau transaksi keuangan lainnya yang dilakukan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib menggunakan Rupiah.

Demikian siaran pers yang diterima POS-KUPANG. COM, Sabtu (13/1/2018) dari Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, melalui Humas Bank Indonesia Perwakilan NTT bahwa pemilikan virtual currency sangat berisiko dan sarat akan spekulasi karena tidak ada otoritas yang bertanggung jawab, tidak terdapat administrator resmi, tidak terdapat underlying asset yang mendasari harga virtual currency serta nilai perdagangan sangat fluktuatif sehingga rentan terhadap risiko penggelembungan (bubble) serta rawan digunakan sebagai sarana pencucian uang dan pendanaan terorisme, sehingga dapat mempengaruhi kestabilan sistem keuangan dan merugikan masyarakat.

Oleh karena itu, Bank Indonesia memperingatkan semua pihak agar tidak menjual, membeli atau memperdagangkan virtual currency.

Bank Indonesi a menegaskan bahwa sebagai otoritas sistem pembayaran, Bank Indonesia melarang seluruh penyelenggara jasa sistem pembayaran (prinsipal, penyelenggara switching, penyelenggara kliring, penyelenggara penyelesaian akhir, penerbit, acquirer, payment gateway, penyelenggara dompet elektronik, penyelenggara transfer dana) dan penyelenggara Teknologi Finansial di Indonesia, baik bank maupun lembaga selain bank untuk memproses transaksi pembayaran dengan virtual currency, sebagaimana diatur dalam PBI 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran dan dalam PBI 19/12/PBI/2017 tentang Penyelenggaraan Teknologi Finansial.

Bank Indonesia sebagai otoritas di bidang moneter, Stabilitas Sistem Keuangan dan Sistem Pembayaran
senantiasa berkomitmen menjaga stabilitas sistem keuangan, perlindungan konsumen dan mencegah praktik-praktik pencucian uang dan pendanaan terorisme. (*)

Penulis: hermina_pello Editor: agustinus_sape Sumber: Pos Kupang Ikuti kami di Peluk Mantan lalu Pingsan di Pernikahannya Sendiri, Begini Hubungan Nokis dan Istrinya Kini Sumber: Tribun Kupang

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »