Menjelajahi Pulau Paling Ujung Selatan Indonesia

Menjelajahi Pulau Paling Ujung Selatan Indonesia Menjelajahi Pulau Paling Ujung Selatan Indonesia Oleh: Iwan Kurniawan Sabtu, 18...

Menjelajahi Pulau Paling Ujung Selatan Indonesia

Menjelajahi Pulau Paling Ujung Selatan Indonesia Oleh: Iwan Kurniawan Sabtu, 18/11/2017

Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote" Masih lekat dalam ingatan sepenggal lirik dari lagu iklan mie instan yang populer di era 90-an. Lagu tersebut mengingatkan kita betapa luasnya Indonesia dengan ribuan pulau beserta keindahan alamnya.

Begitu juga dengan Pulau Rote, pulau paling selatan di Indonesia yang masuk dalam wilayah administrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) serta berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dan Australia. Terkenal di lagu iklan mie instan, tapi nama Pulau Rote tak sepopuler Bali, Yogyakarta atau Raja Ampat bagi turis lokal. Lucunya, lebih banyak turis mancanegara yang mengenal pulau seluas 1.200 kilometer persegi ini.

Saya berkesempatan untuk mendatangi pulau gersang yang cantik ini untuk urusan pekerjaan pada beberapa pekan yang lalu. Untuk bisa sampai ke Pulau Rote, saya menumpang pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta sampai ke Bandara El-Tari di Kupang, NTT. Durasi penerbangan sekitar tiga jam, ditambah satu jam selisih waktu antara Jakarta dan NTT.

Dari Bandara El-Tari, saya harus kembali menjalani penerbangan singkat menggunakan pesawat kecil, selama sekitar 15 menit, untuk mencapai Bandara David Constantine Saudale di Pulau Rote. Dari Kupang ke Pulau Rote, hanya tersedia dua penerbangan setiap harinya, yakni pukul 6.30 dan pukul 15.00. Jadi, tinggalkan kebiasaan ngaret sebelum berencana liburan ke sana.

Kebetulan saya mendapatkan jadwal penerbangan terakhir untuk bisa sampai Pulau Rote dan singgah selama dua hari di sana. Dari atas pesawat, matahari sore menyinari lahan gersang Pulau Rote yang sekilas mirip Afrika. Jangan harap melihat sawah menghijau seperti dalam lukisan krayon anak SD.

Sebelum datang, saya sudah lebih dulu m emesan hotel dan mobil sewa untuk menginap di Pulau Rote. Belum ada jaringan hotel mewah yang beroperasi di sini. Jadi turis bisa menginap di rumah penduduk yang disulap jadi penginapan. Tarifnya sekitar Rp300 ribu sampai Rp500 ribu per malam. Harga yang masih terhitung murah untuk di wilayah Timur.

Sesampainya di Bandara David Constantine Saudale, saya sudah dijemput oleh mobil sewa. Tarifnya sekitar Rp700 ribu per hari, sudah termasuk supir dan bensin. Di dalam mobil saya merasakan kalau aspal jalanan di pusat kota Pulau Rote sudah sangat halus, tak heran kalau banyak kendaraan yang memacu kecepatannya. Tapi, sang supir mengatakan kalau dirinya cenderung tak ingin ngebut, karena banyak anjing dan babi peliharaan masyarakat yang berkeliaran.

Sang supir lanjut bercerita kalau nama ‘rote’ berasal dari seorang pelaut Portugis yang sempat datang ke sini pada zaman penjajahan lampau. Ketika itu sang pelaut sambil berbahasa Portugis mengenalkan dirinya sebagai ‘Rote ’ kepada warga yang ditemuinya.

Kedatangan pelaut Portugis ke Pulau Rote menunjukkan kalau pulau ini sangat strategis. Hasil lautnya kaya, begitu juga dengan potensi wisata perairannya. Bupati Pulau Rote Leonard Haning mengatakan kalau pulaunya memiliki ombak paling tinggi di dunia setelah Hawaii. Pantas saja di bandara banyak turis mancanegara yang hilir mudik membawa papan selancar.

Setiap tahunnya, peselancar dunia mendatangi Pulau Rote, tepatnya Pantai Namberala di Kabupaten Rote Ndao, untuk menaklukan ombak. Usai menaruh barang bawaan di tempat menginap yang tak jauh dari pusat kota, saya langsung minta supir untuk diantar ke Pantai Nembrala, yang berjarak perjalanan sekitar satu jam.

Hamparan padang tandus menghibur mata sepanjang perjalanan ke sana. Dalam hati saya bergurau, pemandangan ini kurang dihiasi jerapah dan macan, sehingga mirip dalam tayangan National Geographic. Di setengah perjalanan, aspal mulai terasa bergelombang. Di sinilah tantang annya berwisata di Timur Indonesia, karena kondisi aspalnya sulit ditebak.

Sampai di Pantai Nembrala, saya melihat banyak bangunan penginapan sederhana yang berjejer. Rupanya itu milik warga negara asing yang juga dikelola masyarakat setempat. Sang supir mengatakan kalau banyak turis mancanegara yang datang berwisata, pulang, lalu kembali untuk tinggal di Pulau Rote.

Pantai Nambrela memang benar ada di depan Indonesia. Dari bibir pantai, saya melihat samar gedung-gedung di kota Perth, Australia.

BERITA TERKAIT

  • Tiga Rekomendasi Untuk Penataan Ulang Regulasi Indonesia
  • Rachmawati Soekarnoputri: Indonesia Alami Paradoks
  • Indonesia Rangking 3 Besar Wisatawan Digital Dunia
  • Bank Mandiri Tawarkan Bunga Kredit Rendah - Festival Properti Indonesia
  • Jokowi akan Hadiri Bincang Bincang Ekonomi Indonesia Di Salihara
  • Indonesi a Ajukan Role Model Pembangunan Ekonomi - Entaskan Kesenjangan

BERITA TERKAIT

Tiga Rekomendasi Untuk Penataan Ulang Regulasi Indonesia

Oleh: Maria Rosari Para pakar hukum tata negara dalam Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara mencatat setidaknya terdapat lebih dari 62.000…

Rachmawati Soekarnoputri: Indonesia Alami Paradoks

Rachmawati Soekarnoputri: Indonesia Alami Paradoks NERACA Jakarta - Rachmawati Soekarnoputri, putri Proklamator RI Soekarno, mengatakan Indonesia mengalami paradoks, di mana…

Indonesia Rangking 3 Besar Wisatawan Digital Dunia

NERACA Jakarta - Para pelancong asal Indonesia ternyata menduduki rangki ng tiga besar dunia untuk pemanfaatan alat…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Menjelajahi Pulau Paling Ujung Selatan Indonesia

Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote" Masih lekat dalam ingatan sepenggal lirik dari lagu iklan mie instan…

Ambon Menuju Kota Musik Dunia

Pemulihan Kota Ambon terus dilakukan pasca konflik silam. Kini Ambon terus berlari untuk menobatkan diri sebagai "Kota Musik" dunia."Ambon manise",…

Parade Budaya Bahari di Wakatobi

Siang itu panas terik sinar matahari terasa menyengat kulit. Jam di tangan menunjukkan pukul 14.00 WITA. Saya pun mempercepat langkah…

Berita Terpopuler

Penjualan Sepeda Motor Terganggu Administered Price

Bakal Dirilis Bertahap, Mitsubishi Punya 11 Model Baru

Suzuki GSX-R 150 Jadi Motor Terbaik FMY 2017

All New Honda CRF150L Untuk Rider Berjiwa Petualang

Alasan Diabetes Bisa Berujung Kematian Mendadak

Alat Kontrasepsi IUD Dapat Kurangi Risiko Kanker Serviks

Olahraga Bersama Lebih Ampuh Kurangi Stres

Alasan Penderita Mata Rabun Harus Segera Pakai Kacamata

Menjelajahi Pulau Paling Ujung Selatan Indonesia

Ambon Menuju Kota Musik Dunia

Sumber: Google News | Berita 24 NTT

COMMENTS

Tulis Artikel
Nama

Bisnis,1,Edukasi,2,Lokal,6,Nasional,1,
ltr
item
Berita 24 Nusa Tenggara Timur: Menjelajahi Pulau Paling Ujung Selatan Indonesia
Menjelajahi Pulau Paling Ujung Selatan Indonesia
Berita 24 Nusa Tenggara Timur
http://www.ntt.berita24.com/2017/11/menjelajahi-pulau-paling-ujung-selatan.html
http://www.ntt.berita24.com/
http://www.ntt.berita24.com/
http://www.ntt.berita24.com/2017/11/menjelajahi-pulau-paling-ujung-selatan.html
true
4832393608846130504
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy