Maraknya Perjudian di Belu Lunturkan Budaya Laku Merin

Maraknya Perjudian di Belu Lunturkan Budaya Laku Merin Maraknya Perjudian di Belu Lunturkan Budaya Laku Merin “Pengaruh perjudian telah...

Maraknya Perjudian di Belu Lunturkan Budaya Laku Merin

Maraknya Perjudian di Belu Lunturkan Budaya Laku Merin

“Pengaruh perjudian telah merambah ke berbagai aspek kehidupan termasuk kebudayaan.

Maraknya Perjudian di Belu Lunturkan Budaya Laku MerinPOS KUPANG/EDY BAUKepala Desa Silawan, Ferdi Mones mewakili kepala desa perbatasan menyerahkan hadiah piala dan piagam kepada pemenang lomba karya tulis di Aula Gedung Wanita Betelalenok Atambua, Kamis (9/11/2017).

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Edy Bau

POS KUPANG.COM | ATAMBUA - “Pengaruh perjudian telah merambah ke berbagai aspek kehidupan termasuk kebudayaan.

Dalam keseharian kita, pada saat ada yang meninggal dunia, orang tidak lagi datang untuk melayat dan berbelasungkawa, tetapi justru termotivasi untuk berjudi. Judi secara terang-terangan melunturkan budaya masyarakat dan menanamkan sikap negatif dalam diri manusia.”

Demikian salah satu kutipan dalam tulisan milik Godelfridus Maulaku, salah satu peserta lomba karya tulis yang digelar Persatuan Jurnalis Belu Perbatasan (Pena Batas) RI-RDTL.

Tulisan ini meraih juara satu untuk kategori peserta tingkat pelajar berdasarkan pengumuman yang disampaikan tim juri di Aula Gedung Wanita Betelalenok Atambua, Kamis (9/11/2017).

Dalam tulisannya, Maulaku menggambarkan bagaimana orang termotivasi untuk datang ke rumah duka.

Ada sebagian orang Belu masa kini, katanya, datang ke rumah duka hanya untuk berjudi.

Laku Merin adalah salah satu budaya asli Belu yang berisi syair-syair lagu penghiburan dalam bahasa Tetun.

Syair Laku Merin tak sembarangan dinyanyikan. Dianggap sakral dan hanya dinyanyikan pada saat kematian karena mengandung unsur keramat.< /p>

Sekda Belu, Petrus Bere foto bersama Forkopimda Belu dan para pemenang lomba Karya Tulis Pena Batas RI-RDTL di Aula Gedung Wanita Betelalenok Atambua, Kamis (9/11/2017).
Sekda Belu, Petrus Bere foto bersama Forkopimda Belu dan para pemenang lomba Karya Tulis Pena Batas RI-RDTL di Aula Gedung Wanita Betelalenok Atambua, Kamis (9/11/2017). (POS KUPANG/EDY BAU)

Para orangtua yang berada di rumah duka menyanyikan lagu ini pada malam pertama hingga malam jenazah dikuburkan dan hingga ada proses adat haroe lamak (memecahkan piring, mematahkan sendok milik orang yang sudah meninggal dunia saat masih hidup).

Halaman selanjutnya 12
Pen ulis: Frederikus Riyanto Bau Editor: agustinus_sape Sumber: Pos Kupang Ikuti kami di Kahiyang Tampak Lemas Usai Malam Pertama, Ini Videonya dengan Bobby Sumber: Tribun Kupang

COMMENTS

Tulis Artikel
Nama

Bisnis,1,Edukasi,2,Lokal,6,Nasional,1,
ltr
item
Berita 24 Nusa Tenggara Timur: Maraknya Perjudian di Belu Lunturkan Budaya Laku Merin
Maraknya Perjudian di Belu Lunturkan Budaya Laku Merin
http://cdn2.tstatic.net/kupang/foto/bank/images/belu-laku-merin_20171109_220852.jpg
Berita 24 Nusa Tenggara Timur
http://www.ntt.berita24.com/2017/11/maraknya-perjudian-di-belu-lunturkan.html
http://www.ntt.berita24.com/
http://www.ntt.berita24.com/
http://www.ntt.berita24.com/2017/11/maraknya-perjudian-di-belu-lunturkan.html
true
4832393608846130504
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy