Hakim Ini Tugas Keliling Indonesia sejak Usia 25 Tahun...

Hakim Ini Tugas Keliling Indonesia sejak Usia 25 Tahun... Mohammad Fadjarisman Mohammad Fadjarisman di meja kerjanya sebagai Ketua Pengadila...

Hakim Ini Tugas Keliling Indonesia sejak Usia 25 Tahun...

Mohammad Fadjarisman di meja kerjanya sebagai Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1 B Atambua di Nusa Tenggara Timur. Mohammad Fadjarisman Mohammad Fadjarisman di meja kerjanya sebagai Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1 B Atambua di Nusa Tenggara Timur.

KUPANG, KOMPAS.com - Namanya Mohammad Fadjarisman. Dengan berkemeja batik, ia keluar dari rumah dinasnya untuk berjalan kaki menuju tempat kerjanya.

Seperti inilah Fadjarisman sehari-hari, termasuk ketika pada Jumat (27/10/2017) pagi itu ditemui Kompas.com saat menuju kantornya yang hanya berjarak 100 meter dari rumah dinasnya.

Tampilannya bersahaja. Siapa sa ngka, Fadjarisman adalah seorang hakim. Lebih tepatnya, ia adalah Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1 B Atambua di Nusa Tenggara Timur.

"Di sini (Atambua) paling banyak kasus penganiayaan dan KDRT (kekerasan dalam rumah tangga)," kata Fadjarisman yang mulai menjabat ketua pengadilan di Atambua ini sejak April 2017 lalu.

Kasus lain yang juga ia tangani di tempat yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste itu adalah penggelapan uang oleh sales sebuah perusahaan.

“Saya tidak ambil banyak sidang, paling hanya satu dua kali saja. Saya memberikan kesempatan kepada hakim lain untuk menambah jam terbang mereka,” tambahnya.

Meski begitu, setiap hari ia tetap ke kantor. Aktivitasnya dimulai pukul 04.00 Wita subuh, dengan berolahraga ringan sambil menghirup udara pagi, kemudian shalat, sampai akhirnya berangkat jalan kaki ke kantor tepat pukul 07.30 Wita.

Hari itu, Jumat (27/10/2017), tak ada aktivitas sidang yang ia lakoni sehingg a ia bersama stafnya berolahraga, senam bersama, bersih-bersih di kantor, dan memperbaiki sejumlah fasilitas kantor yang rusak. Fadjarisman pun terlihat cair dengan para stafnya.

Diprotes anak

Sejak bertugas sebagai Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1 B Atambua April 2017, Fadjarisman hanya tinggal sendirian di rumah dinasnya. Istri dan empat anaknya tinggal di Malang, Jawa Timur.

Jauh dari istri dan empat buah hatinya diakui Fadjarisman membuatnya sedih. Terakhir ini, sudah dua bulan pria kelahiran Sumenep, Madura, 28 Desember 1967, itu tidak bertemu dengan keluarganya.

Mohammad Fadjarisman di meja kerjanya sebagai Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1 B Atambua di Nusa Tenggara Timur. MA Mohammad Fadjarisman di meja kerjanya sebagai Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1 B Atambua di Nusa Tenggara Timur.

Lantas, Rindu dengan Yuyun Maryati, istrin ya, serta keempat anaknya, Fazal Akmal Musyarry (kuliah semester VIII), Fauzan Albab Musyarry (SMA kelas I), Fathya Azizah Musyarry (SMP kelas II), dan Faezar Ahnaf Musyarry (SD Kelas V), pun dibayar sebatas komunikasi melalui telepon seluler.

Bertugas di Atambua bukanlah aktivitas pertama bagi Fadjarisman tinggal di luar tanah kelahirannya di Jawa.

Sudah sejak usia 25 tahun, Fadjarisman menjadi hakim dan berkeliling menjalani tugas di berbagai wilayah di Indonesia.

Tempat tugasnya yang pertama adalah menjadi calon hakim di Pengadilan Negeri (PN) Cilacap di Jawa Tengah (1992-1997), kemudian diangkat sebagai hakim di PN Sinabang Aceh (1997-2000), lalu pindah ke PN Lubuk Sukaping di Sumatera Barat (2000-2005).

Tahun 2005 sampai 2008, Fadjarisman bertugas di PN Bantul Yogyakarta, selanjutnya di PN Tasikmalaya (2008-2010), kemudian menjadi Wakil Ketua PN Pare-Pare (2010-2011), dan naik jabatan sebagai Ketua PN Pare-Pare (2011-2012).

Pada tahun 2012-2014, Fadjarisman menjabat sebagai Ketua PN Bangkalan, kemudian pindah ke PN Sidoarjo (2014-2015) sebagai anggota, lalu menjadi Wakil Ketua PN Pamekasan (2015-2017), dan terakhir menjadi Ketua PN Atambua (2017-sekarang).

"Anak-anak saya yang empat orang ini lahirnya di tempat yang berbeda-beda. Yang pertama lahir di Sinabang, yang kedua dan ketiga lahir di Lubuk Sukaping, dan yang terakhir lahir di Bantul," kata Fadjarisman kepada Kompas.com di Atambua.

Lantaran kerap berpindah tugas, anak-anaknya sempat kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru sehingga Fadjarisman diprotes.

"Terus terang saja, anak-anak itu protes karena selalu ada kendala dalam perpindahan tugas. Mereka selalu kesulitan beradaptasi dengan teman, sekolah, dan bahasa sehingga terakhir di-voting-lah, semua memutuskan tinggal di Malang. Saya pun berkorban untuk tinggal sendirian," ucapnya.

Bukan cuma keluarganya yang harus terus beradaptasi. Berada di Atambua pun bagi Fadjarisman mengharuskannya untuk menyesuaikan diri.

Masih banyak hal sulit di Atambua, dari panas cuacanya yang bisa 39 derajat celsius, sulit air, sulit transportasi, sulit listrik karena hanya ada di kota dan kadang byarpert, juga akses jalan yang kebanyakan masih rusak.

Namun, tinggal sendirian di wilayah Timor Barat ini tetap membuat Fadjarisman menyempatkan diri untuk berbaur dan berdiskusi dengan sejumlah kalangan, termasuk anggota DPRD Belu, anggota kepolisian, petugas imigrasi, jaksa, dan tokoh masyarakat setempat.

Fadjarisman mengaku, selama bertugas di wilayah barunya ini, tidak ada kendala ataupun hambatan. Hanya memang, pengaruh budaya kerja setiap daerah berbeda sehingga disesuaikan saja agar bisa tetap semangat.

Meski demikian, Fadjarisman tetap berharap bisa bertugas di tempat yang dekat dengan keluarganya.

"Karena saya berasal dari Jawa ya kepinginnya bertugas di Jawa biar lebih dekat keluarga. Yang namanya hakim itu tidak bahagia kalau tua-tuanya itu mereka selalu berpisah dengan keluarga. Ini balik lagi kayak masih mahasiswa dulu (tersenyum). Saya kira, semua hakim itu sama dan ingin dekat dengan keluarga," tutupnya.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • Mahkamah Agung

Berita Terkait

Cerita dari Atambua, Saat Sukhoi Turunkan Paksa Pesawat Arab Saudi

Besok, Jokowi Akan Berkunjung ke Perbatasan Atambua-Timor Leste

Terkini Lainnya

'Kita Doakan yang Terbaik untuk Pak Setya Novanto'

"Kita Doakan yang Terbaik untuk Pak Setya Novanto"

Regional 18/11/2017, 06:41 WIB Polisi: Kami Akan Profesional Selidiki Kecelakaan Setya Novanto

Polisi: Kami Akan Profesional Selidiki Kecelakaan Setya Novanto

Megapolitan 18/11/2017, 06:21 WIB  Peluang Membuat Final Sesama Indonesia di Ganda Putra

Peluang Membuat Final Sesama Indonesia di Ganda Putra

Olahraga 18/11/2017, 02:16 WIB Skenario Pasca Tragedi Tiang Listrik

Skenario Pasca Tragedi Tiang Listrik

Nasional 18/11/2017, 02:09 WIB Indonesia Kuasai Semi Final Malaysia Challenge

Indonesia Kuasai Semi Final Malaysia Challenge

Olahraga 18/11/2017, 00:35 WIB  Kalah di China Open, Tontowi/Liliyana Batal Tampil Di Hong Kong

Kalah di China Open, Tontowi/Liliyana Batal T ampil Di Hong Kong

Olahraga 18/11/2017, 00:24 WIB Kamar Rawat Novanto di Lantai 7 RSCM

Kamar Rawat Novanto di Lantai 7 RSCM

Nasional 18/11/2017, 00:13 WIB Sakit, 16 Warga yang Dievakuasi dari Penyanderaan KKB Dibawa ke RSUD Mimika

Sakit, 16 Warga yang Dievakuasi dari Penyanderaan KKB Dibawa ke RSUD Mimika

Regional 17/11/2017, 23:56 WIB Ini Alasan KPK Tahan Setya Novanto

Ini Alasan KPK Tahan Setya Novanto

Nasional 17/11/2017, 23:44 WIB PT Pupuk Indonesia Berharap Harga Gas Industri Turun 

PT Pupuk Indonesia Berharap Harga Gas Industri Turun

Regional 17/11/2017, 23:31 WIB KPK Periksa Istri Setya Novanto Pekan Depan

KPK Periksa Istri Setya Novanto Pekan Depan

Nasional 17/11/2017, 23:29 WIB Meski Ditolak Warga, Pengembang Tetap Bangun Pasar di Emerald Bintaro

Meski Ditolak Warga, Pengembang Tetap Bangun Pasar di Emerald Bintaro

Megapolitan 17/11/2017, 23:26 WIB Setya Novanto    Dibawa ke Ruang CT Scan

Setya Novanto Dibawa ke Ruang CT Scan

Nasional 17/11/2017, 23:08 WIB Pengacara Sebut Novanto Belum Berstatus Tahanan

Pengacara Sebut Novanto Belum Berstatus Tahanan

Nasional 17/11/2017, 22:51 WIB Peternakan Inovatif Berbasis Lingkungan dan Kesejahteraan Hewan di Belanda

Peternakan Inovatif Berbasis Lingkungan dan Kesejahteraan Hewan di Belanda

Internasional 17/11/2017, 22:49 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 NTT

COMMENTS

Tulis Artikel
Nama

Bisnis,1,Edukasi,2,Lokal,6,Nasional,1,
ltr
item
Berita 24 Nusa Tenggara Timur: Hakim Ini Tugas Keliling Indonesia sejak Usia 25 Tahun...
Hakim Ini Tugas Keliling Indonesia sejak Usia 25 Tahun...
http://assets.kompas.com/crop/83x12:780x361/780x390/data/photo/2017/11/17/670680485.jpg
Berita 24 Nusa Tenggara Timur
http://www.ntt.berita24.com/2017/11/hakim-ini-tugas-keliling-indonesia_17.html
http://www.ntt.berita24.com/
http://www.ntt.berita24.com/
http://www.ntt.berita24.com/2017/11/hakim-ini-tugas-keliling-indonesia_17.html
true
4832393608846130504
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy