Faisal Basri: Ekonomi Indonesia Makin Kontet

Faisal Basri: Ekonomi Indonesia Makin Kontet Faisal Basri: Ekonomi Indonesia Makin Kontet Reporter:...

Faisal Basri: Ekonomi Indonesia Makin Kontet

Faisal Basri: Ekonomi Indonesia Makin Kontet Reporter:

Caesar Akbar

Editor:

Yudono Yanuar

Rabu, 22 November 2017 23:07 WIB
Faisal Basri: Ekonomi Indonesia Makin Kontet

Prajurit Satgas Pembangunan Jalan Trans Papua Denzipur 12/OHH Nabire dan Denzipur 13/PPA Sorong Zeni TNI AD (POP 1) mengoperasikan alat berat dalam pembangunan jalan di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, 23 Maret 2016. TNI AD melakukan pembangunan dan peningkatan jalan Wemena-Mumugu sejauh 278 km. ANTARA/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri mengatakan perekonomian Indonesia trennya melambat, baik jangka panjang maupun menengah.

Perlambatan itu, kata dia, apabila diikuti setiap tahunnya terlihat perlahan tapi pasti. Sebelumnya, kata Faisal pertumbuhan ekonomi Indonesia pernah menginjak 8 persen, sekarang menjadi sekitar 5 persen.

Baca juga: Belanja Masyarakat Turun, Kepala Bappenas: Beralih untuk Leisure

"Jadi jangan mimpi macam-macam dulu ya. Ekonomi Indonesia makin kontet," kata dia di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu, 22 November 2017.

Dia mengkritik kebijakan Presiden Joko Widodo. "Banyak yang aneh-aneh," kata dia. Gagasan yang dikritik, misalnya, ide mendorong pertumbuhan ekonomi dari pinggiran, perbatasan dan kawasan timur Indonesia.

Alasannya, dia melihat meski pemerintah mengusung ide itu, kenyataan yang terjadi di la pangan malah berkebalikan. Dia mengambil contoh pertumbuhan ekonomi di Bali dan Nusa Tenggara Timur yang merosot dari sekitar 10 persen menjadi 5 persen, lalu kini hanya sekitar 2 persen. "Di Papua dan Sulawesi juga, semua turun."

Dia menuturkan ternyata ada perbedaan antara persepsi yang dibawa dengan kenyataan yang sesungguhnya ada di lapangan. Peredaran duit, kata dia, tidak jauh berbeda. Masih beredar di kawasan Jawa dan Sumatera. "Ada yang salah dengan strategi pak Jokowi. Negara dominan tapi Indonesia Timur sengsara," ucapnya.

Selanjutnya dia menuturkan pertumbuhan ekonomi tahun depan bakal sama seperti sekarang. "Bergeming di 5 persen," ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, kata Faisal, perekonomian Indonesia terus merosot lantaran minimnya sumber pengungkit perekonomian. "Persoalannya energi yang kurang, darah yang kurang, dan kekuatan jantung yang melemah."

Maksudnya, saat ini sumber pengungkit yang ada, kata dia, hanya satu, yakni penerimaan devisa dari sektor pariwisata sebesar US$ 11 miliar. Namun, Faisal berujar penerimaan itu ludes dalam sekejap gara-gara defisit minyak US$ 11,2 miliar.

Kondisi itu juga diikuti oleh lesunya industri perbankan Indonesia. Penyaluran kredit perbankan relatif terbatas. Masyarakat juga lebih banyak menaruh uang di bank ketimbang belanja.

Ditambah lagi, kata Faisal, kemampuan penerimaan pajak juga terbatas. "Jadi ini gak sembarangan," ujarnya.

Untuk menyelesaikan perkara itu, Faisal mengatakan, solusinya mesti struktural dan mendasar. "Jangan pakai doping, karena doping kan merusak tubuh," ujarnya.
Penyelesaian itu tidak bisa instan dan diperkirakan membutuhkan waktu dua sampai tiga tahun.

Faisal mengatakan, setelah dilakukan konsolidasi, barulah pada 2020 bisa dipastikan perekonomian Indonesia bisa lepas landas. Dia meminta pemerintah tidak memaksakan pertumbuhan yang lebih tinggi tahun depan lantaran has ilnya diprediksi bakal tiada beda dengan sekarang.

"Dikonsolidasikan lah semua. Jalan tertib jangan ugal-ugalan. kalau ugal-ugalan hasilnya juga menyakitkan," kata Faisal Basri tentang perekonomian Indonesia.

Terkait
  • Belanja Masyarakat Turun, Kepala Bappenas: Beralih untuk Leisure

    Belanja Masyarakat Turun, Kepala Bappenas: Beralih untuk Leisure

    8 hari lalu
  • Faisal Basri: Ekonomi Indonesia Kuat Saat Dunia Bermasalah, Tapi

    Faisal Basri: Ekonomi Indonesia Kuat Saat Dunia Bermasalah, Tapi

    12 hari lalu
  • Faisal Basri: Desember Krisis Ekonomi Kecil, Jangan Ugal-Ugalan

    Faisal Basri: Desember Krisis Ekonomi Kecil, Jangan Ugal-Ugalan

    12 hari lalu
  • Pengamat Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi 2018 Bergairah

    Pengamat Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi 2018 Bergairah

    12 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Tarif Kereta Bandara Rp 100 Ribu, KAI: Lebih Murah dari Taksi

    Tarif Kereta Bandara Rp 100 Ribu, KAI: Lebih Murah dari Taksi

    4 jam lalu
  • Perangi Hoax, Tempo Media Group Gelar Tempo Media Week 2017

    Perangi Hoax, Tempo Media Group Gelar Tempo Media Week 2017

    6 jam lalu
  • Ekspor Tumbuh 17 Persen, Sri Mulyan   i: Itu Fenomenal

    Ekspor Tumbuh 17 Persen, Sri Mulyani: Itu Fenomenal

    9 jam lalu
  • Matahari Tutup Gerai di Mal Taman Anggrek, Sepatu Paling Diincar

    Matahari Tutup Gerai di Mal Taman Anggrek, Sepatu Paling Diincar

    1 hari lalu
  • Foto
  • Kini Giliran Gerai Matahari di Mall Taman Anggrek yang Akan Tutup

    Kini Giliran Gerai Matahari di Mall Taman Anggrek yang Akan Tutup

    1 hari lalu
  • Musim Belanja, Warga Borong Televisi di Meksiko

    Musim Belanja, Warga Borong Televisi di Meksiko

    5 hari lalu
  • Unik, Danau di Tepian Laut Hitam Ini Hasilkan Garam Merah Muda

    Unik, Danau di Tepian Laut Hitam Ini Hasilkan Garam Merah Muda

    5 hari lalu
  • Tempo Media Group Gelar Diskusi Digital Economic Briefing 2017

    Tempo Media Group Gelar Diskusi Digital Economic Briefing 2017

    6 hari lalu
  • Video
  • Produsen Es Krim Campina Lepas Sahamnya ke Publik

    Produsen Es Krim Campina Lepas Sahamnya ke Publik

    4 jam lalu
  • Ekspor Tumbuh 17 Persen, Sri Mulyani: Itu Fenomenal

    Ekspor Tumbuh 17 Persen, Sri Mulyani: Itu Fenomenal

    5 jam lalu
  • Opini Tempo: Jebakan Penyederhanaan Tarif Listrik PLN

    Opini Tempo: Jebakan Penyederhanaan Tarif Listrik PLN

    1 hari lalu
  •    Suasana saat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Naik KRL

    Suasana saat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Naik KRL

    3 hari lalu
  • terpopuler
  • 1

    UMK Karawang Tertinggi di Indonesia

  • 2

    Ekspor Tumbuh 17 Persen, Sri Mulyani: Itu Fenomenal

  • 3

    Menhub Budi Minta Garuda Indonesia Beri Sanksi ke Pilot Rasis

  • 4

    Tarif Kereta Bandara Rp 100 Ribu, KAI: Lebih Murah dari Taksi

  • 5

    Kalahkan Jakarta, Jawa Timur Terbaik Soal Kemudahan Berbisnis

  • Fokus
  • Anggaran Besar Tim Gemuk Gubernur Anies

    Anggaran Besar Tim Gemuk Gubernur Anies

  • Posisi Setya Novanto di Golkar di UjungTanduk

    Posisi Setya Novanto di Golkar di UjungTanduk

  • Terungkap, Banyak Data Ganda Anggota Partai Politik

    Terungkap, Banyak Data Ganda Anggota Partai Politik

  • Anggaran DP Nol Rupiah di APBD DKI Melonjak Drastis Dipersoalkan

    Anggaran DP Nol Rupiah di APBD DKI Melonjak Drastis Diper soalkan

  • Terkini
  • Matahari Taman Anggrek Diskon Gede, Sepatu Tetap Incaran Utama

    Matahari Taman Anggrek Diskon Gede, Sepatu Tetap Incaran Utama

    10 menit lalu
  • Faisal Basri: Ekonomi Indonesia Makin Kontet

    Faisal Basri: Ekonomi Indonesia Makin Kontet

    27 menit lalu
  • Kemenkeu Tuding Pemda Boros, Jawa Barat: Kami Sudah Efisien

    Kemenkeu Tuding Pemda Boros, Jawa Barat: Kami Sudah Efisien

    2 jam lalu
  • Dana Pendidikan Rp 416 T, Kemenkeu Temukan Banyak Sekolah Rusak

    Dana Pendidikan Rp 416 T, Kemenkeu Temukan Banyak Sekolah Rusak

    2 jam lalu
  • Ilham Habibie: Donasi Pesawat R80 Bukan untuk Pembuatan Pesawat

    Ilham Habibie: Donasi Pesawat R80 Bukan untuk Pembuatan Pesawat

    2 jam lalu
  • BTPN Buka Layanan Digital Banking Jenius di Bandung

    BTPN Buka Layanan Digital Banking Jenius di Bandung

    3 jam lalu
  • Gunung Agung Meletus, Pertemuan IMF-World Bank Tak Dibatalkan

    Gunung Agung Meletus, Pertemuan IMF-World Bank Tak Dibatalkan

    3 jam lalu
  • Campina Lepas Saham ke Publik, Incar Dana Segar Rp 350 Miliar

    Campina Lepas Saham ke Publik, Incar Dana Segar Rp 350 Miliar

    3 jam lalu
  • Sri Mulyani: Anggaran Pendidikan RI-Vietnam Sama, Hasilnya Beda

    Sri Mulyani: Anggaran Pendidikan RI-Vietnam Sama, Hasilnya Beda

    4 jam lalu
  • IHSG Tembus Rekor Terbaru 6.069

    IHSG Tembus Rekor Terbaru 6.069

    4 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Sakit-sakit Setya Novanto, Dari Ginjal sampai Benjol

    Setya Novanto mangkir dari beberapa panggilan KPK dalam kasus E-KTP, dengan berbagai alasan kesehatan dari ginjal sampai vertigo.

    Sumber: Google News | Berita 24 NTT

    COMMENTS

    Tulis Artikel
    Nama

    Bisnis,1,Edukasi,2,Lokal,6,Nasional,1,
    ltr
    item
    Berita 24 Nusa Tenggara Timur: Faisal Basri: Ekonomi Indonesia Makin Kontet
    Faisal Basri: Ekonomi Indonesia Makin Kontet
    https://statik.tempo.co/data/2016/03/24/id_492339/492339_620.jpg
    Berita 24 Nusa Tenggara Timur
    http://www.ntt.berita24.com/2017/11/faisal-basri-ekonomi-indonesia-makin.html
    http://www.ntt.berita24.com/
    http://www.ntt.berita24.com/
    http://www.ntt.berita24.com/2017/11/faisal-basri-ekonomi-indonesia-makin.html
    true
    4832393608846130504
    UTF-8
    Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy